Triwulan IV, BPR di Sulsel tumbuh melambat
Selasa, 11 Maret 2014 - 13:31 WIB
Triwulan IV, BPR di Sulsel tumbuh melambat
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), perkembangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di triwulan IV/2013 menunjukan kinerja yang masih cukup baik. Hal ini terindikasi dari perkembangan dana pihak ketiga (DPK) dan kredit atau pembiayaan yang tercatat bertumbuh meski melambat.
Dari sisi penghimpunan DPK, BPR mengalami pelambatan pertumbuhan dari 13,69 persen (yoy) pada triwulan III/2013 menjadi 10,77 persen (yoy) pada triwulan IV/2013. Untuk penyaluran kredit atau pembiayan melambat dari 27,79 persen di triwulan III/2013 menjadi 21,23 persen di triwulan IV/2013.
“Sementara dari total aset, BPR juga mengalami perlambatan pertumbuhan menjadi 19,45 persen (yoy) dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 26,17 persen (yoy),” jelas Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Suhaedi, Selasa (11/3/2014).
Menurut Suhaedi, perlambatan pertumbuhan BPR tak terlepas dari kondisi ekonomi yang juga melambat secara nasional. Sehingga berdampak pada sektor perbankan. Selain itu, ketersediaan dana juga semakin terbatas.
"Dana terbatas jadi ada perlambatan penyerapan dana. Dana ini kan juga untuk penyaluran kredit. Nah, dengan terbatasnya dana, otomatis bank yang bersangkutan tidak bisa memberikan kredit yang terlalu banyak," ujarnya.
Karena itu, kata dia, BPR mesti lebih inovatif dalam menggali potensi yang ada dalam masyarakat. Namun yang terpenting dalam kondisi sekarang, bank makin selektif mengelola kredit sehingga risiko kredit macet bisa dikendalikan.
Dari sisi penghimpunan DPK, BPR mengalami pelambatan pertumbuhan dari 13,69 persen (yoy) pada triwulan III/2013 menjadi 10,77 persen (yoy) pada triwulan IV/2013. Untuk penyaluran kredit atau pembiayan melambat dari 27,79 persen di triwulan III/2013 menjadi 21,23 persen di triwulan IV/2013.
“Sementara dari total aset, BPR juga mengalami perlambatan pertumbuhan menjadi 19,45 persen (yoy) dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 26,17 persen (yoy),” jelas Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Suhaedi, Selasa (11/3/2014).
Menurut Suhaedi, perlambatan pertumbuhan BPR tak terlepas dari kondisi ekonomi yang juga melambat secara nasional. Sehingga berdampak pada sektor perbankan. Selain itu, ketersediaan dana juga semakin terbatas.
"Dana terbatas jadi ada perlambatan penyerapan dana. Dana ini kan juga untuk penyaluran kredit. Nah, dengan terbatasnya dana, otomatis bank yang bersangkutan tidak bisa memberikan kredit yang terlalu banyak," ujarnya.
Karena itu, kata dia, BPR mesti lebih inovatif dalam menggali potensi yang ada dalam masyarakat. Namun yang terpenting dalam kondisi sekarang, bank makin selektif mengelola kredit sehingga risiko kredit macet bisa dikendalikan.
(gpr)
Lihat Juga :