Jasa Marga akan naikkan tarif dua tol ini
Selasa, 11 Maret 2014 - 15:20 WIB
Jasa Marga akan naikkan tarif dua tol ini
A
A
A
Sindonews.com - Sejalan dengan pertumbuhan tingkat inflasi saat ini, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berencana menaikan tarif dua ruas jalan ton, yakni tol Cikampek dan Sedyatmo.
Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman mengatakan, sebagai pertimbangan untuk kenaikan tarif tol ini telah disesuaikan dengan aturan dalam Undang-Undang (UU) Jalan Tol. Sementara, terkait besarak kenaikan tarif akan disesuaikan dengan angka pertumbuhan inflasi di masing-masing wilayah tol tersebut.
"Tahun genap, kita menaikkan tarif dua ruas jalan tol dan kalau tahun ganjil, sembilan ruas jalan tol. Tahun ini, Cikampek dan Sedyatmo (tarifnya dinaikkan)," kata Adityawarman di Darmawangsa Hotel, Jakarta, Selasa (11/3/2014).
Disinggung perihal angka pasti kenaikan tarif tol, Adityawarman memilih bungkam. Dia berkilah, besaran tersebut belum dapat disampaikan lantaran perseroan saat ini masih menghitung nilai inflasi di dua rusa tol bersangkutan.
"Tergantung inflasi bulan itu, kita tidak bisa meramalkannya," ujar dia.
Sekedar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan besaran inflasi pada Februari turun menjadi 0,26 persen dibanding bulan sebelumnya 1,07 persen. Sementara pada bulan ini, BPS sempat memprediksi akan terjadi deflasi seiring panen raya.
Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman mengatakan, sebagai pertimbangan untuk kenaikan tarif tol ini telah disesuaikan dengan aturan dalam Undang-Undang (UU) Jalan Tol. Sementara, terkait besarak kenaikan tarif akan disesuaikan dengan angka pertumbuhan inflasi di masing-masing wilayah tol tersebut.
"Tahun genap, kita menaikkan tarif dua ruas jalan tol dan kalau tahun ganjil, sembilan ruas jalan tol. Tahun ini, Cikampek dan Sedyatmo (tarifnya dinaikkan)," kata Adityawarman di Darmawangsa Hotel, Jakarta, Selasa (11/3/2014).
Disinggung perihal angka pasti kenaikan tarif tol, Adityawarman memilih bungkam. Dia berkilah, besaran tersebut belum dapat disampaikan lantaran perseroan saat ini masih menghitung nilai inflasi di dua rusa tol bersangkutan.
"Tergantung inflasi bulan itu, kita tidak bisa meramalkannya," ujar dia.
Sekedar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan besaran inflasi pada Februari turun menjadi 0,26 persen dibanding bulan sebelumnya 1,07 persen. Sementara pada bulan ini, BPS sempat memprediksi akan terjadi deflasi seiring panen raya.
(rna)
Lihat Juga :