BPJS tunggu izin BI terbitkan smart card
Selasa, 11 Maret 2014 - 17:02 WIB
BPJS tunggu izin BI terbitkan smart card
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan semakin fokus memberikan total manfaat penuh (benefit) kepada pesertanya melalui fasilitas kartu pintar (smart card).
Setelah pada pertengahan bulan lalu sempat melakukan diskusi dengan Bank Indonesia (BI), BPJS Ketenagakerjaan saat ini sedang melakukan diskusi dengan Himpunan Bank Negara (Himbara).
"Kita sedang diskusi juga dengan Himbara tentang teknisnya nanti mau diajukan seperti apa. Kita sedang diskusikan itu supaya bisa disebarkan segera ke peserta," ujar Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJS Ketenagakerjaan Agus Supriyadi di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (11/3/2014).
Dia mengatakan, smart card yang telah diluncurkan secara resmi sejak 1 Januari 2014 tersebut, saat ini tengah diujicobakan penggunaannya kepada seluruh karyawan, baik yang berada di kantor pusat maupun di kantor wilayah, yang tersebar di 11 titik di seluruh Indonesia.
Agus menjelaskan, bila perizinan dari otoritas perbankan dalam hal ini BI telah diperoleh, maka kartu tanda peserta yang memiliki kemampuan untuk menjadi kartu pembayaran tersebut dapat segera disebarkan kepada peserta luas.
"Untuk pegawai secara internal sudah berhasil. Ini sudah kita evaluasi dan berjalan sukses. Kalau izin dari Bank Sentral (BI) sudah ada, 2014 ini akan kita mulai dengan partner. Misalnya mitra perbankan, berarti peserta yang dari bank tersebut," tutur Agus.
Setelah pada pertengahan bulan lalu sempat melakukan diskusi dengan Bank Indonesia (BI), BPJS Ketenagakerjaan saat ini sedang melakukan diskusi dengan Himpunan Bank Negara (Himbara).
"Kita sedang diskusi juga dengan Himbara tentang teknisnya nanti mau diajukan seperti apa. Kita sedang diskusikan itu supaya bisa disebarkan segera ke peserta," ujar Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJS Ketenagakerjaan Agus Supriyadi di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (11/3/2014).
Dia mengatakan, smart card yang telah diluncurkan secara resmi sejak 1 Januari 2014 tersebut, saat ini tengah diujicobakan penggunaannya kepada seluruh karyawan, baik yang berada di kantor pusat maupun di kantor wilayah, yang tersebar di 11 titik di seluruh Indonesia.
Agus menjelaskan, bila perizinan dari otoritas perbankan dalam hal ini BI telah diperoleh, maka kartu tanda peserta yang memiliki kemampuan untuk menjadi kartu pembayaran tersebut dapat segera disebarkan kepada peserta luas.
"Untuk pegawai secara internal sudah berhasil. Ini sudah kita evaluasi dan berjalan sukses. Kalau izin dari Bank Sentral (BI) sudah ada, 2014 ini akan kita mulai dengan partner. Misalnya mitra perbankan, berarti peserta yang dari bank tersebut," tutur Agus.
(rna)
Lihat Juga :