Rupiah berpeluang menguat kembali
Rabu, 12 Maret 2014 - 08:38 WIB
Rupiah berpeluang menguat kembali
A
A
A
Sindonews.com - Tak hanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sumringah pada perdagangan kemarin, laju rupiah turut hijau dan berpotensi berlanjut hingga perdagangan hari ini.
"Laju rupiah melampaui level resisten Rp11.415 per USD. Rentang rupiah hari ini di kisaran Rp11.400-11.367 per USD mengacu kurs tengah BI," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (12/3/2014).
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin tampak rupiah cukup gagah ditopang sejumlah sentimen positif yang memberi harapan baru setelah sempat melemah tipis pada perdagangan awal pekan.
"Laju nilai tukar rupiah berbalik menguat seiring berbalik menguatnya nilai tukar yen yang diikuti penguatan mata uang emerging market lainnya seiring ekspektasi bank sentral akan menaikkan suku bunganya," kata Reza.
Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan emerging market juga berimbas pada penilaian pelaku pasar terhadap BI Rate, sehingga membuat laju nilai tukar rupiah menguat.
Selain itu, adanya kebijakan BI yang menandatangani kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BSCA) dengan Korea Selatan senilai Rp115 triliun atau setara 10,7 triliun won Korea, yang memungkinkan penggunaan rupiah dan won dalam transaksi perdagangan internasional antar kedua negara turut menambah sentimen positif.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.384 per USD atau menguat 65 poin dibanding penutupan Senin (10/3/2014) di level Rp11.449 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada berakhir pada level Rp11.400 per USD. Posisi ini melemah 30 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.370 per USD.
"Laju rupiah melampaui level resisten Rp11.415 per USD. Rentang rupiah hari ini di kisaran Rp11.400-11.367 per USD mengacu kurs tengah BI," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (12/3/2014).
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin tampak rupiah cukup gagah ditopang sejumlah sentimen positif yang memberi harapan baru setelah sempat melemah tipis pada perdagangan awal pekan.
"Laju nilai tukar rupiah berbalik menguat seiring berbalik menguatnya nilai tukar yen yang diikuti penguatan mata uang emerging market lainnya seiring ekspektasi bank sentral akan menaikkan suku bunganya," kata Reza.
Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan emerging market juga berimbas pada penilaian pelaku pasar terhadap BI Rate, sehingga membuat laju nilai tukar rupiah menguat.
Selain itu, adanya kebijakan BI yang menandatangani kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BSCA) dengan Korea Selatan senilai Rp115 triliun atau setara 10,7 triliun won Korea, yang memungkinkan penggunaan rupiah dan won dalam transaksi perdagangan internasional antar kedua negara turut menambah sentimen positif.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.384 per USD atau menguat 65 poin dibanding penutupan Senin (10/3/2014) di level Rp11.449 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada berakhir pada level Rp11.400 per USD. Posisi ini melemah 30 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.370 per USD.
(rna)