Masih nett sell, waspadai pembalikan arah IHSG
Rabu, 12 Maret 2014 - 08:47 WIB
Masih nett sell, waspadai pembalikan arah IHSG
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpeluang mencatatkan penguatan lagi yang tercermin dari lajunya secara teknikal.
Namun, masih adanya catatan net sell asing membuat pelaku pasar tetap perlu waspada adanya pembalikan arah IHSG menuju zona merah. Pada perdagangan Rabu, IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.651-4.689 dan resisten 4.715-4.728.
"Secara teknikal kembali mengindikasikan adanya potensi kenaikan lanjutan. Namun, kondisi asing yang masih nett sell dan masih adanya sentimen negatif yang kurang mendukung membuat kita tetap harus mewaspadai potensi downreversal," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (12/3/2014)
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil kembali ke zona hijau di tengah peringatan, di mana bila sentimen yang ada kurang mendukung tetap mewaspadai potensi downreversal.
Pada kenyataannya, IHSG sejak awal perdagangan secara bertahap mengalami kenaikan hingga akhirnya ditutup positif di akhir sesi perdagangan. IHSG bertahan di atas target support 4.656-4.669 dan berhasil melewati target resisten 4.694-4.715.
Mulai adanya berita mengenai pembagian dividen dari para emiten memberikan sentimen yang cukup positif, sehingga dapat mengimbangi kekhawatiran jelang rilis BI Rate dan negatifnya laju bursa saham Amerika Serikat-Eropa.
Ditambah lagi dengan positifnya laju bursa saham Asia turut menambah sentimen positif yang ada. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.706,60 di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.672,54 di awal sesi 1, lalu berakhir di level 4.704,21.
"Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," papar dia.
Dari luar negeri, rilis suku bunga acuan BoJ yang tetap bertahan di level rendahnya memberikan sentimen positif dan dapat mengimbangi sentimen negatif dari melemahnya laju bursa saham AS-Eropa sebelumnya.
Pelaku pasar masih menganggap BoJ masih mempertahankan kebijakan pelonggaran moneternya. Selain itu, berkurangnya defisit neraca perdagangan India dan pernyataan Gubernur Bank Sentral China Zhou Xiaochuan bahwa tingkat suku bunga deposito akan diliberalisasikan selama 1-2 tahun serta adanya kemungkinan suku bunga akan naik bertahap seiring berkurangnya pengendalian dari pemerintah direspon positif pelaku pasar.
Laju indeks futures AS yang kembali melanjutkan variatif memberikan gambaran belum terlalu positifnya laju bursa saham AS pada perdagangan regulernya. Apalagi laju bursa saham Eropa kembali melanjutkan pelemahannya seiring meningkatnya kekhawatiran akan risiko geopolitik Ukraina-Rusia dan turunnya NFIB business optimism index turut memberikan sentimen negatif.
Namun, masih adanya catatan net sell asing membuat pelaku pasar tetap perlu waspada adanya pembalikan arah IHSG menuju zona merah. Pada perdagangan Rabu, IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.651-4.689 dan resisten 4.715-4.728.
"Secara teknikal kembali mengindikasikan adanya potensi kenaikan lanjutan. Namun, kondisi asing yang masih nett sell dan masih adanya sentimen negatif yang kurang mendukung membuat kita tetap harus mewaspadai potensi downreversal," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (12/3/2014)
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil kembali ke zona hijau di tengah peringatan, di mana bila sentimen yang ada kurang mendukung tetap mewaspadai potensi downreversal.
Pada kenyataannya, IHSG sejak awal perdagangan secara bertahap mengalami kenaikan hingga akhirnya ditutup positif di akhir sesi perdagangan. IHSG bertahan di atas target support 4.656-4.669 dan berhasil melewati target resisten 4.694-4.715.
Mulai adanya berita mengenai pembagian dividen dari para emiten memberikan sentimen yang cukup positif, sehingga dapat mengimbangi kekhawatiran jelang rilis BI Rate dan negatifnya laju bursa saham Amerika Serikat-Eropa.
Ditambah lagi dengan positifnya laju bursa saham Asia turut menambah sentimen positif yang ada. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.706,60 di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.672,54 di awal sesi 1, lalu berakhir di level 4.704,21.
"Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," papar dia.
Dari luar negeri, rilis suku bunga acuan BoJ yang tetap bertahan di level rendahnya memberikan sentimen positif dan dapat mengimbangi sentimen negatif dari melemahnya laju bursa saham AS-Eropa sebelumnya.
Pelaku pasar masih menganggap BoJ masih mempertahankan kebijakan pelonggaran moneternya. Selain itu, berkurangnya defisit neraca perdagangan India dan pernyataan Gubernur Bank Sentral China Zhou Xiaochuan bahwa tingkat suku bunga deposito akan diliberalisasikan selama 1-2 tahun serta adanya kemungkinan suku bunga akan naik bertahap seiring berkurangnya pengendalian dari pemerintah direspon positif pelaku pasar.
Laju indeks futures AS yang kembali melanjutkan variatif memberikan gambaran belum terlalu positifnya laju bursa saham AS pada perdagangan regulernya. Apalagi laju bursa saham Eropa kembali melanjutkan pelemahannya seiring meningkatnya kekhawatiran akan risiko geopolitik Ukraina-Rusia dan turunnya NFIB business optimism index turut memberikan sentimen negatif.
(rna)
Lihat Juga :