Laju IHSG diprediksi masih rawan koreksi
Rabu, 12 Maret 2014 - 08:59 WIB
Laju IHSG diprediksi masih rawan koreksi
A
A
A
Sindonews.com - Kendati mencatatkan peluang penguatan lanjutan, namun laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipandang tetap rawan koreksi yang disebabkan munculnya tekanan jual.
Menurut analis teknikal Mandiri Sekuritas, kembalinya IHSG di atas level psikologis 4.700 belum memberikan sinyal kuat berlanjutnya penguatan. Hal ini disebabkan value yang melemah tiga hari terakhir serta daily resistance yang tidak tercapai. Penembusan kisaran resistance 4.708-4.720 akan memberikan konfirmasi berlanjutnya tren naik jangka menengah.
Namun, tetap waspadai munculnya tekanan jual mengingat stoch yang overbought bergerak mendatar. Pergerakan IHSG diperkirakan akan mixed demi mencoba menguji resistensi tersebut.
Dari luar negeri, pasar saham Amerika Serikat ditutup berbalik arah melemah, menyusul aksi ambil untung yang dilakukan pelaku pasar. Dini hari tadi, indeks saham Dow Jones Industrial Average melemah sebesar 0,41 persen dan S&P500 turun sebesar 0,51 persen.
Dari pasar Asia, indeks di beberapa negara terkemuka dibuka melemah. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang yang turun sebesar 1,60 persen dan KOSPI Composite di Korea Selatan yang terkoreksi 0,19 persen.
Harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup bervariasi. Harga minyak mentah WTI turun 1,09 persen ke USD100,03 per barel. Sementara harga emas Comex terapresiasi 0,38 persen ke posisi USD1346,50 per troy ounce.
Dari dalam negeri, penguatan rupiah masih menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG. Di sisi lain, investor menanti rilis suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), yang sedianya akan dirilis pekan ini.
Menurut analis teknikal Mandiri Sekuritas, kembalinya IHSG di atas level psikologis 4.700 belum memberikan sinyal kuat berlanjutnya penguatan. Hal ini disebabkan value yang melemah tiga hari terakhir serta daily resistance yang tidak tercapai. Penembusan kisaran resistance 4.708-4.720 akan memberikan konfirmasi berlanjutnya tren naik jangka menengah.
Namun, tetap waspadai munculnya tekanan jual mengingat stoch yang overbought bergerak mendatar. Pergerakan IHSG diperkirakan akan mixed demi mencoba menguji resistensi tersebut.
Dari luar negeri, pasar saham Amerika Serikat ditutup berbalik arah melemah, menyusul aksi ambil untung yang dilakukan pelaku pasar. Dini hari tadi, indeks saham Dow Jones Industrial Average melemah sebesar 0,41 persen dan S&P500 turun sebesar 0,51 persen.
Dari pasar Asia, indeks di beberapa negara terkemuka dibuka melemah. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang yang turun sebesar 1,60 persen dan KOSPI Composite di Korea Selatan yang terkoreksi 0,19 persen.
Harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup bervariasi. Harga minyak mentah WTI turun 1,09 persen ke USD100,03 per barel. Sementara harga emas Comex terapresiasi 0,38 persen ke posisi USD1346,50 per troy ounce.
Dari dalam negeri, penguatan rupiah masih menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG. Di sisi lain, investor menanti rilis suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), yang sedianya akan dirilis pekan ini.
(rna)
Lihat Juga :