Laju IHSG tunggu rilis BI Rate

Kamis, 13 Maret 2014 - 08:23 WIB
Laju IHSG tunggu rilis...
Laju IHSG tunggu rilis BI Rate
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berada pada rentang support 4.650-4.675 dan resisten 4.696-4.701.

"Jika rilis BI Rate dan data-data Asia nantinya tidak direspon positif, maka membuat kita akan tetap harus mewaspadai potensi downreversal lanjutan," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (13/3/2014).

Menilik lajunya pada perdagangan Rabu kemarin, tampak IHSG bertahan di kisaran target support 4.651-4.689 dan gagal keluar dari target tersebut, sehingga kurang memberikan peluang positif.

"Persis seperti yang kami tulis sebelumnya bahwa penutupan IHSG di hari kemarin secara teknikal kembali mengindikasikan adanya potensi kenaikan lanjutan, namun kondisi asing yang masih nett sell dan masih adanya sentimen yang ada kurang mendukung membuat kita tetap harus mewaspadai potensi downreversal," kata Reza.

Laju IHSG, Reza mengatakan, akhirnya tidak mampu bertahan di zona positif dan harus rela kembali ke zona merahnya. Menurut dia, hanya ada dua sektor yang mengalami kenaikan, konsumer dan properti yang lebih banyak ditopang oleh saham-saham second liner, antara lain SCBD, MTLA, APLN, STTP, KDSI dan lainnya.

Masih adanya imbas perlambatan di bursa saham Asia karena data China dan kini data Australia serta kembali melemahnya nilai tukar rupiah memberikan dampak negatif pada potensi penguatan lanjutan IHSG. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.698,175 di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.669,21 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.684,39.

"Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," tutur dia.

Dari luar negeri, dirilisnya kenaikan unemployment rate Korea Selatan, turunnya consumer confidence Jepang, dan penurunan indeks consumer confidence Australia yang dibarengi dengan stagnannya data pertumbuhan home loans-nya memberikan imbas negatif pada laju bursa saham Asia.

Di sisi lain, rilis kenaikan BSI large manufacturing Jepang belum mampu meredam sentimen negatif tersebut karena juga dibarengi dengan meningkatnya nilai tukar yen dan berimbas pada pelemahan bursa saham Asia.

Pelemahan masih berlanjut di hari ketiga pada bursa saham Eropa yang merespon potensi terjadinya ketegangan politik Ukraina dan Rusia. Rilis rendahnya inflasi Spanyol, kenaikan industrial production Zona Euro, dan pertumbuhan manufacturing production Belanda di atas estimasi belum mampu mengimbangi kekhawatiran pelaku pasar yang masih melakukan aksi jualnya.

Laju indeks futures AS yang kembali melanjutkan variatif memberikan gambaran belum terlalu positifnya laju bursa saham AS pada perdagangan regulernya dan kenyataannya hingga akhir sesi memang demikian di mana laju bursa saham AS berakhir di zona merah.

Meningkatnya kekhawatiran akan risiko geopolitik Ukraina-Rusia, turunnya NFIB business optimism index dan penurunan sejumlah harga saham berbasis komoditas setelah merespon perlambatan ekonomi China turut memberikan sentimen negatif.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Sulit Tembus Level...
IHSG Sulit Tembus Level 6.400, Ini Penyebabnya
266 Saham Terkulai,...
266 Saham Terkulai, IHSG Ditutup Anjlok 32,47 poin ke 6.277
233 Saham Melemah, IHSG...
233 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.324
Terkoreksi Lagi, IHSG...
Terkoreksi Lagi, IHSG Ditutup Turun 14,56 Poin ke Level 6.309
Ada Potensi Koreksi,...
Ada Potensi Koreksi, IHSG Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini
IHSG Diprediksi Menghijau,...
IHSG Diprediksi Menghijau, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
Berita Terkini
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
28 menit yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
1 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
3 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
7 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
15 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
15 jam yang lalu
Infografis
PBSI Rilis Skuad Bulu...
PBSI Rilis Skuad Bulu Tangkis untuk Malaysia Open 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved