Penguatan rupiah diprediksi tertahan
Kamis, 13 Maret 2014 - 08:53 WIB
Penguatan rupiah diprediksi tertahan
A
A
A
Sindonews.com - Memupuk rasa percaya dirinya, laju kenaikan rupiah diproyeksi bakal tertahan sejumlah tekanan setelah sempat terkoreksi tipis lantaran aksi tunggu pada perdagangan sebelumnya.
Jika dikaitkan dengan sentimen di dalam negeri, maka sepertinya pelaku pasar sedang wait and see jelang rilis pertemuan Bank Indonesia (BI) untuk menentukan level BI Rate bulan ini.
"Tidak hanya kami, ternyata banyak juga pengamat pasar valas yang memberikan indikasi akan tetapnya level BI Rate di 7,5 persen, sehingga laju nilai tukar rupiah pun kembali tertahan kenaikannya," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (13/3/2014).
Belajar dari lajunya pada perdagangan hari kemarin, terlihat pasca mengalami kenaikan, laju nilai tukar rupiah kembali terkoreksi setelah terimbas pelemahan won dan dolar Australia karena merespon data-data ekonomi yang kurang baik. Di sisi lain, berbalik menguatnya Yen karena memanfaatkan kurang kondusifnya sentimen di Asia turut memberikan dampak pelemahan bagi laju rupiah.
Hari ini, laju rupiah diproyeksi tidak terlalu sumringah dengan rentang yang tergolong tipis. "Laju rupiah melampaui level support Rp11.400 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp11.468-11.400 mengacu kurs tengah BI," ujar dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.432 per USD atau melemah 48 poin dibanding penutupan Selasa (11/3/2014) di level Rp11.384 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.427 per USD. Posisi ini terdepresiasi 27 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.400 per USD.
Jika dikaitkan dengan sentimen di dalam negeri, maka sepertinya pelaku pasar sedang wait and see jelang rilis pertemuan Bank Indonesia (BI) untuk menentukan level BI Rate bulan ini.
"Tidak hanya kami, ternyata banyak juga pengamat pasar valas yang memberikan indikasi akan tetapnya level BI Rate di 7,5 persen, sehingga laju nilai tukar rupiah pun kembali tertahan kenaikannya," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (13/3/2014).
Belajar dari lajunya pada perdagangan hari kemarin, terlihat pasca mengalami kenaikan, laju nilai tukar rupiah kembali terkoreksi setelah terimbas pelemahan won dan dolar Australia karena merespon data-data ekonomi yang kurang baik. Di sisi lain, berbalik menguatnya Yen karena memanfaatkan kurang kondusifnya sentimen di Asia turut memberikan dampak pelemahan bagi laju rupiah.
Hari ini, laju rupiah diproyeksi tidak terlalu sumringah dengan rentang yang tergolong tipis. "Laju rupiah melampaui level support Rp11.400 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp11.468-11.400 mengacu kurs tengah BI," ujar dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.432 per USD atau melemah 48 poin dibanding penutupan Selasa (11/3/2014) di level Rp11.384 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.427 per USD. Posisi ini terdepresiasi 27 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.400 per USD.
(rna)