Ini alasan masyarakat enggan gunakan kartu kredit
Kamis, 13 Maret 2014 - 20:20 WIB
Ini alasan masyarakat enggan gunakan kartu kredit
A
A
A
Sindonews.com - Partner Assurance Service PT Ernst & Young (EY) Danil Setiadi Handaya mengungkapkan, alasan masyarakat enggan menggunakan kartu kredit karena personal nasabah akan terdeteksi secara keseluruhan.
"Kalau kita pakai kartu kredit, personal nasabah benar-benar diketahui, kita beli kembang buat girlfriends kita, kita beli kebutuhan rumah tangga itu mereka tau," ungkapnya usai menghadiri launching EY Global Consumer Banking Survey 2014 di Graha Niaga, Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Danil mengatakan, tindakan para pegawai bank atau account representative yang membawa data nasabah, ketika sudah tidak bekerja di bank juga menjadi kekhawatiran tersendiri untuk nasabah.
"Data itu penting buat dijaga, banyak tren orang khawatir menggunakan kartu kredit karena takut datanya dilempar-lempar. Aman enggak ya ini, jebol enggak ya. Mereka khawatir, makanya sekarang yang terbaru pake chip kan," ujarnya.
Menggunakan kartu kredit, lanjutnya lagi, berarti kita harus siap untuk menerima telepon, SMS, ataupun BlackBerry Messenger (BBM) terkait promosi perbankan dan penawaran kartu kredit.
"Padahal saya sudah pakai kartu kredit, tapi masih tetap ditelpon. Suka ganggu kalau ditelpon. Tiap hari saya terima BBM, SMS banyaknya luar biasa, dari kartu kredit," ungkapnya.
Danil mengindikasikan adanya jual beli data dan nomor telepon nasabah. Oleh karena itu, dirasakan perlu adanya regulasi terkait hal tersebut. "Ya itu memang sulit juga, tapi kalau ada satu pengaturan khusus itu lebih baik," pungkasnya.
"Kalau kita pakai kartu kredit, personal nasabah benar-benar diketahui, kita beli kembang buat girlfriends kita, kita beli kebutuhan rumah tangga itu mereka tau," ungkapnya usai menghadiri launching EY Global Consumer Banking Survey 2014 di Graha Niaga, Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Danil mengatakan, tindakan para pegawai bank atau account representative yang membawa data nasabah, ketika sudah tidak bekerja di bank juga menjadi kekhawatiran tersendiri untuk nasabah.
"Data itu penting buat dijaga, banyak tren orang khawatir menggunakan kartu kredit karena takut datanya dilempar-lempar. Aman enggak ya ini, jebol enggak ya. Mereka khawatir, makanya sekarang yang terbaru pake chip kan," ujarnya.
Menggunakan kartu kredit, lanjutnya lagi, berarti kita harus siap untuk menerima telepon, SMS, ataupun BlackBerry Messenger (BBM) terkait promosi perbankan dan penawaran kartu kredit.
"Padahal saya sudah pakai kartu kredit, tapi masih tetap ditelpon. Suka ganggu kalau ditelpon. Tiap hari saya terima BBM, SMS banyaknya luar biasa, dari kartu kredit," ungkapnya.
Danil mengindikasikan adanya jual beli data dan nomor telepon nasabah. Oleh karena itu, dirasakan perlu adanya regulasi terkait hal tersebut. "Ya itu memang sulit juga, tapi kalau ada satu pengaturan khusus itu lebih baik," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :