Rupiah berpotensi terapresiasi di akhir pekan
Jum'at, 14 Maret 2014 - 08:33 WIB
Rupiah berpotensi terapresiasi di akhir pekan
A
A
A
Sindonews.com - Positifnya respon pelaku pasar atas keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya (BI Rate) di level 7,5 persen memberi katalis positif bagi laju rupiah.
Rupiah pun diproyeksi kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini meskipun dalam rentang yang tidak terlalu tinggi.
"Laju rupiah melampaui level resisten Rp11.400 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp11.410-11.352 berdasarkan kurs tengah BI," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (14/3/2014).
Menilik lajunya pada perdagngan kemarin, tampak laju yang berbeda dari biasanya pasca rilis BI Rate yang dipertahankan di level 7,50 persen dan diiringi rilis lending facility rate di level 7,5 persen dan deposit facility rate sebesar 5,75 persen, laju rupiah kembali rebound.
Padahal, biasanya kenaikan rupiah terjadi jika level BI Rate mengalami kenaikan, namun kali ini tidak yang dikarenakan pelaku pasar lebih melihat sisi positifnya ketika BI memutuskan untuk tetap mempertahankan level BI Rate-nya.
"Dengan tetapnya BI Rate maka pelaku pasar mengasumsikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat lebih dipacu, terutama dari sisi penyaluran kredit, di mana sebelumnya sempat terjadi perlambatan pertumbuhan," kata Reza.
Di sisi lain, adanya penilaian terjadinya peralihan dana investasi ke Indonesia mengingat belum cukup pulihnya kondisi global dan ditambah dengan masalah di Ukraina-Rusia memberikan tambahan sentimen positif bagi rupiah.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.387 per USD atau menguat 45 poin dibanding penutupan Rabu (12/3/2014) di level Rp11.432 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.386 per USD. Posisi ini terapresiasi 41 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.427 per USD.
Rupiah pun diproyeksi kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini meskipun dalam rentang yang tidak terlalu tinggi.
"Laju rupiah melampaui level resisten Rp11.400 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp11.410-11.352 berdasarkan kurs tengah BI," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (14/3/2014).
Menilik lajunya pada perdagngan kemarin, tampak laju yang berbeda dari biasanya pasca rilis BI Rate yang dipertahankan di level 7,50 persen dan diiringi rilis lending facility rate di level 7,5 persen dan deposit facility rate sebesar 5,75 persen, laju rupiah kembali rebound.
Padahal, biasanya kenaikan rupiah terjadi jika level BI Rate mengalami kenaikan, namun kali ini tidak yang dikarenakan pelaku pasar lebih melihat sisi positifnya ketika BI memutuskan untuk tetap mempertahankan level BI Rate-nya.
"Dengan tetapnya BI Rate maka pelaku pasar mengasumsikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat lebih dipacu, terutama dari sisi penyaluran kredit, di mana sebelumnya sempat terjadi perlambatan pertumbuhan," kata Reza.
Di sisi lain, adanya penilaian terjadinya peralihan dana investasi ke Indonesia mengingat belum cukup pulihnya kondisi global dan ditambah dengan masalah di Ukraina-Rusia memberikan tambahan sentimen positif bagi rupiah.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.387 per USD atau menguat 45 poin dibanding penutupan Rabu (12/3/2014) di level Rp11.432 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.386 per USD. Posisi ini terapresiasi 41 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.427 per USD.
(rna)