Pefindo pertahankan peringkat obligasi tiga perusahaan
Jum'at, 14 Maret 2014 - 11:11 WIB
Pefindo pertahankan peringkat obligasi tiga perusahaan
A
A
A
Sindonews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat obligasi dari tiga perusahaan, BCA Finance, Indomobil Finance dan Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
Pefindo menetapkann kembali peringkat idAAA untuk Obligasi IV/2011 seri BCA Finance (BCAF) senilai Rp200 miliar, yang akan jatuh tempo pada 22 Juni 2014 dan Obligasi Berkelanjutan I tahap II/2013 sebesar Rp750 miliar, yang akan jatuh tempo pada 24 Juni 2014.
Analis Pefindo Hendro Utomo mengatakan, peringkat tersebut dipertahankan lantaran perusahaan dinilai memiliki kemampuan untuk melunasi kewajibannya dengan menggunakna arus kas masuk dari cicilan piutang pembiayaan.
"BCAF juga masih memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan dari sejumlah bank sebesar Rp2,1 triliun per 28 Februari 2014," kata dia dalam rilisnya, Jumat (14/3/2014).
Pada saat yang sama, Pefindo juga mempertahankan peringkat idA untuk Obligasi IV/2011 seri B PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI) senilai Rp400 miliar, yang akan jatuh tempo pada 9 Juni 2014.
Perusahaan juga dinilai mampu melunasi kewajibannya menggunakan arus kas masuk dari cicilan piutang pembiayaan. IMFI per akhir Januari tercatat memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan dari beberapa bank mencapai Rp1 triliun.
Sementara Pefindo juga mempertahankan peringkat obligasi XII-XV yang diterbitkan BBTN dan Obligasi Berkelanjutan I/2012 di level idAA. Selain obligasi, peringkat perusahaan juga tetap di idAA, dengan prospek stabil.
Hendro menuturkan, peringkat itu mencerminkan dukungan yang kuat dari pemerintah sebagai pemegang saham pengendali, posisi usaha yang sangat kuat di segmen kredit pemilikan rumah (KPR) dan profil permodalan yang kuat BBTN.
"Namun, peringkat itu dibatasi oleh profitabilitas yang moderat dan rasio kredit bermasalah yang tinggi," ujar dia.
Pefindo menetapkann kembali peringkat idAAA untuk Obligasi IV/2011 seri BCA Finance (BCAF) senilai Rp200 miliar, yang akan jatuh tempo pada 22 Juni 2014 dan Obligasi Berkelanjutan I tahap II/2013 sebesar Rp750 miliar, yang akan jatuh tempo pada 24 Juni 2014.
Analis Pefindo Hendro Utomo mengatakan, peringkat tersebut dipertahankan lantaran perusahaan dinilai memiliki kemampuan untuk melunasi kewajibannya dengan menggunakna arus kas masuk dari cicilan piutang pembiayaan.
"BCAF juga masih memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan dari sejumlah bank sebesar Rp2,1 triliun per 28 Februari 2014," kata dia dalam rilisnya, Jumat (14/3/2014).
Pada saat yang sama, Pefindo juga mempertahankan peringkat idA untuk Obligasi IV/2011 seri B PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI) senilai Rp400 miliar, yang akan jatuh tempo pada 9 Juni 2014.
Perusahaan juga dinilai mampu melunasi kewajibannya menggunakan arus kas masuk dari cicilan piutang pembiayaan. IMFI per akhir Januari tercatat memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan dari beberapa bank mencapai Rp1 triliun.
Sementara Pefindo juga mempertahankan peringkat obligasi XII-XV yang diterbitkan BBTN dan Obligasi Berkelanjutan I/2012 di level idAA. Selain obligasi, peringkat perusahaan juga tetap di idAA, dengan prospek stabil.
Hendro menuturkan, peringkat itu mencerminkan dukungan yang kuat dari pemerintah sebagai pemegang saham pengendali, posisi usaha yang sangat kuat di segmen kredit pemilikan rumah (KPR) dan profil permodalan yang kuat BBTN.
"Namun, peringkat itu dibatasi oleh profitabilitas yang moderat dan rasio kredit bermasalah yang tinggi," ujar dia.
(rna)
Lihat Juga :