Infrastruktur gas dorong ekonomi Jateng tumbuh cepat
Jum'at, 14 Maret 2014 - 12:32 WIB
Infrastruktur gas dorong ekonomi Jateng tumbuh cepat
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya mineral (ESDM) Jero Wacik menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur gas terintegrasi di Jawa Tengah perlu dipercepat mengingat wilayah tersebut belum mendapat aliran gas secara maksimal.
Menurut dia, dengan adanya infrastruktur dan pasokan gas bumi, sektor industri dan ekonomi Jawa Tengah akan tumbuh lebih cepat dengan tingkat daya saing yang semakin kuat.
Dia menuturkan bahwa pembangunan jaringan pipa transmisi Kalija I harus segera dilanjutkan dengan pembangunan jaringan pipa distribusi di berbagai wilayah Jawa Tengah. Ketersediaan energi murah, seperti gas bumi akan mendorong masuknya investasi dan investor ke berbagai sektor industri.
“Hal itu tentunya akan sangat positif bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan khususnya di Jawa Tengah,” ujar dia di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/3/2014).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan proyek infrastruktur gas bumi terintegrasi di Jawa Tengah (Jateng) senilai USD200 juta.
Proyek tersebut, meliputi pipa transmisi Kalimantan-Jawa (Kalija) yang akan diselesaikan dalam dua tahap dan proyek distribusi gas bumi Jawa Tengah yang terbagi dalam tiga koridor.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik adanya pembangunan infrastruktur gas ini. Pasalnya, kedaulatan energi merupakan aspek penting dalam mendorong ketersediaan kebutuhan hidup masyarakat.
“Untuk itu kami sepenuhnya siap mendukung, baik itu pemanfaatan potensi gas maupun energi terbarukan harus dimanfaatkan,” kata dia.
Dia berharap, jaringan pipa gas bumi ini mampu mencukupi kebutuhan tenaga listrik di Jateng. Di samping itu, Ganjar berharap pembangunan ini dapat selesai tepat waktu dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Menurut dia, dengan adanya infrastruktur dan pasokan gas bumi, sektor industri dan ekonomi Jawa Tengah akan tumbuh lebih cepat dengan tingkat daya saing yang semakin kuat.
Dia menuturkan bahwa pembangunan jaringan pipa transmisi Kalija I harus segera dilanjutkan dengan pembangunan jaringan pipa distribusi di berbagai wilayah Jawa Tengah. Ketersediaan energi murah, seperti gas bumi akan mendorong masuknya investasi dan investor ke berbagai sektor industri.
“Hal itu tentunya akan sangat positif bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan khususnya di Jawa Tengah,” ujar dia di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/3/2014).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan proyek infrastruktur gas bumi terintegrasi di Jawa Tengah (Jateng) senilai USD200 juta.
Proyek tersebut, meliputi pipa transmisi Kalimantan-Jawa (Kalija) yang akan diselesaikan dalam dua tahap dan proyek distribusi gas bumi Jawa Tengah yang terbagi dalam tiga koridor.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik adanya pembangunan infrastruktur gas ini. Pasalnya, kedaulatan energi merupakan aspek penting dalam mendorong ketersediaan kebutuhan hidup masyarakat.
“Untuk itu kami sepenuhnya siap mendukung, baik itu pemanfaatan potensi gas maupun energi terbarukan harus dimanfaatkan,” kata dia.
Dia berharap, jaringan pipa gas bumi ini mampu mencukupi kebutuhan tenaga listrik di Jateng. Di samping itu, Ganjar berharap pembangunan ini dapat selesai tepat waktu dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
(rna)
Lihat Juga :