IHSG bisa rontok diterjang aksi ambil untung
Senin, 17 Maret 2014 - 08:31 WIB
IHSG bisa rontok diterjang aksi ambil untung
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali terkoreksi lantaran derasnya keinginan pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungannya pasca penguatan signifikan IHSG akhir pekan lalu.
Aksi ambil untuk menjadi salah satu pilihan yang akan diambil, yang pada akhirnya akan menyebabkan terkoreksinya IHSG pada perdagangan hari ini.
"IHSG sendiri kami perkirakan berpotensi mengalami profit taking awal pekan ini pasca penguatan signifikan akhir pekan lalu dan pengaruh sentimen negatif bursa dunia dengan kisaran pergerakan pada level support 4.777-4.823 dan level resistance 4.930-4.960," kata analis Danpac Sekuritas Teuku Hendry Andrean, Senin (17/3/2014).
Menilik laju IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG tercatat ditutup positif berkat penguatan yang sangat signifikan pada pertengahan perdagangan sesi kedua.
Penguatan terjadi setelah melalui sepanjang perdagangan dalam teritori negatif sejalan dengan tren negatif bursa dunia akibat kian memburuknya perkembangan krisis Ukraina-Rusia dan kekhawatiran investor dunia terhadap kondisi perekonomian China.
Sementara sektor industri di dalam IHSG terlihat secara mayoritas menguat kecuali sektor Pertambangan yang melemah 0,93 persen. Sedangkan investor asing terlihat membukukan net buying sangat signifikan yaitu sebesar Rp7,48 miliar akhir pekan lalu.
Dari luar negeri bursa global pada perdagangan akhir pekan lalu terlihat ditutup dalam kondisi negatif, di mana bursa Eropa terlihat ditutup mixed cenderung melemah sementara bursa AS terlihat ditutup dalam kondisi merata melemah.
Penutupan mixed cenderung melemah dari bursa Eropa akhir pekan lalu dipengaruhi oleh kekhawatiran investor di Eropa terhadap hasil referendum hari Minggu kemarin, di mana hasil referendum tersebut diperkirakan akan menghasilkan mayoritas rakyat di Crimea memilih untuk bergabung ke Rusia dan keluar dari Ukraina.
Hal ini dipercaya akan meningkatkan tensi antara Rusia dan negara-negara barat yang menentang Referendum Crimea tersebut. Pelemahan bursa AS akhir pekan lalu juga dipengaruhi oleh sentimen negatif dari Krisis Ukraina-Rusia tersebut. Dan hasilnya referendum Crimea hari Minggu kemarin memang berjalan sesuai dengan ekspektasi.
Pelemahan bursa global ini juga dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi China.
Hasil referendum Crimea hari Minggu kemarin yang menghasilkan 95,5 persen warga Crimea memilih untuk berpisah dari Ukraina dan bergabung ke Rusia diperkirakan akan membuat bursa Asia berpotensi bergerak negatif awal pekan ini.
Referendum itu dianggap ilegal oleh AS dan Uni Eropa, sehingga hasil referendum tersebut akan meningkatkan tensi antara Rusia dengan negara-negara barat.
Aksi ambil untuk menjadi salah satu pilihan yang akan diambil, yang pada akhirnya akan menyebabkan terkoreksinya IHSG pada perdagangan hari ini.
"IHSG sendiri kami perkirakan berpotensi mengalami profit taking awal pekan ini pasca penguatan signifikan akhir pekan lalu dan pengaruh sentimen negatif bursa dunia dengan kisaran pergerakan pada level support 4.777-4.823 dan level resistance 4.930-4.960," kata analis Danpac Sekuritas Teuku Hendry Andrean, Senin (17/3/2014).
Menilik laju IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG tercatat ditutup positif berkat penguatan yang sangat signifikan pada pertengahan perdagangan sesi kedua.
Penguatan terjadi setelah melalui sepanjang perdagangan dalam teritori negatif sejalan dengan tren negatif bursa dunia akibat kian memburuknya perkembangan krisis Ukraina-Rusia dan kekhawatiran investor dunia terhadap kondisi perekonomian China.
Sementara sektor industri di dalam IHSG terlihat secara mayoritas menguat kecuali sektor Pertambangan yang melemah 0,93 persen. Sedangkan investor asing terlihat membukukan net buying sangat signifikan yaitu sebesar Rp7,48 miliar akhir pekan lalu.
Dari luar negeri bursa global pada perdagangan akhir pekan lalu terlihat ditutup dalam kondisi negatif, di mana bursa Eropa terlihat ditutup mixed cenderung melemah sementara bursa AS terlihat ditutup dalam kondisi merata melemah.
Penutupan mixed cenderung melemah dari bursa Eropa akhir pekan lalu dipengaruhi oleh kekhawatiran investor di Eropa terhadap hasil referendum hari Minggu kemarin, di mana hasil referendum tersebut diperkirakan akan menghasilkan mayoritas rakyat di Crimea memilih untuk bergabung ke Rusia dan keluar dari Ukraina.
Hal ini dipercaya akan meningkatkan tensi antara Rusia dan negara-negara barat yang menentang Referendum Crimea tersebut. Pelemahan bursa AS akhir pekan lalu juga dipengaruhi oleh sentimen negatif dari Krisis Ukraina-Rusia tersebut. Dan hasilnya referendum Crimea hari Minggu kemarin memang berjalan sesuai dengan ekspektasi.
Pelemahan bursa global ini juga dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi China.
Hasil referendum Crimea hari Minggu kemarin yang menghasilkan 95,5 persen warga Crimea memilih untuk berpisah dari Ukraina dan bergabung ke Rusia diperkirakan akan membuat bursa Asia berpotensi bergerak negatif awal pekan ini.
Referendum itu dianggap ilegal oleh AS dan Uni Eropa, sehingga hasil referendum tersebut akan meningkatkan tensi antara Rusia dengan negara-negara barat.
(rna)
Lihat Juga :