Pefindo naikkan peringkat Sarana Multigriya
Senin, 17 Maret 2014 - 11:28 WIB
Pefindo naikkan peringkat Sarana Multigriya
A
A
A
Sindonews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Sarana Multigriya Finansial menjadi idAA+ dari idAA, dengan prospek stabil.
Pefindo juga menaikkan peringkat serupa untuk Obligasi Berkelanjutan II tahun 2012 tahap I dan Obligasi Berkelanjutan II tahun 2013 tahap II, yang masih belum jatuh tempo serta rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan II/2014 tahap II.
Analis Pefindo Danan Dito mengatakan, kenaikan peringkat tersebut merefleksikan kerangka regulasi yang lebih menguntungkan bagi SMF untuk mendorong sekuritisasi kredit pemilik rumah (KPR).
"Secara keseluruhan, peringkat perusahan mencerminkan dukungan yang kuat dari pemerintah Indonesia, profil permodalan yang sangat kuat dan kualitas aset yang sangat baik," kata dia dalam rilisnya, Senin (17/3/2014).
Kendati demikian, menurut dia, peringkat tersebut dibatasi permintaan yang rendah atas sekuritisasi KPR. SMF merupakan BUMN dengan misi meningkatkan kepemilikan rumah di Indonesia dengan mengembangkan pasar pembiyaaan sekunder perumahan melalui pemberian pembiayaan berdasarkan aset dasar jaminan aset KPR yang dimiliki penyalur KPR, seperti bank dan perusahaan pembiayaan.
Sementara itu, Pefindo pada saat yang sama juga menegaskan peringkat idAA untuk PT Astra Sedaya Finance (ASF), dengan prospek stabil. Selain itu, peringkat serupa ditetapkan untuk obligasi perusahaan yang belum jatuh tempo senilai Rp10,8 triliun.
Analis pefindo Gary Hanniffy mengatakan, peringkat itu mencerminkan status perusahaan sebagai anak perusahaan yang memiliki kepentingan starteis bagi grup Astra, posisi bisnis yang sangat kuat di pembiayaan mobil dan indikator kualitas aset yang baik.
"Akan tetapi peringkat itu dibatasi oleh tingkat persaingan yang ketat di dalam industri," ujar dia.
Per akhir tahun lalu, struktur kepemilikan saham ASF adalah sebanyak 37,5 persen PT Astra International Tbk (ASII), dan sisanya dimiliki anak perusahaan ASII, yakni PT Garda Era Sedaya sebanyak 37,5 persen dan PT Sedaya Multi Investasi sekitar 25 persen.
Pefindo juga menaikkan peringkat serupa untuk Obligasi Berkelanjutan II tahun 2012 tahap I dan Obligasi Berkelanjutan II tahun 2013 tahap II, yang masih belum jatuh tempo serta rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan II/2014 tahap II.
Analis Pefindo Danan Dito mengatakan, kenaikan peringkat tersebut merefleksikan kerangka regulasi yang lebih menguntungkan bagi SMF untuk mendorong sekuritisasi kredit pemilik rumah (KPR).
"Secara keseluruhan, peringkat perusahan mencerminkan dukungan yang kuat dari pemerintah Indonesia, profil permodalan yang sangat kuat dan kualitas aset yang sangat baik," kata dia dalam rilisnya, Senin (17/3/2014).
Kendati demikian, menurut dia, peringkat tersebut dibatasi permintaan yang rendah atas sekuritisasi KPR. SMF merupakan BUMN dengan misi meningkatkan kepemilikan rumah di Indonesia dengan mengembangkan pasar pembiyaaan sekunder perumahan melalui pemberian pembiayaan berdasarkan aset dasar jaminan aset KPR yang dimiliki penyalur KPR, seperti bank dan perusahaan pembiayaan.
Sementara itu, Pefindo pada saat yang sama juga menegaskan peringkat idAA untuk PT Astra Sedaya Finance (ASF), dengan prospek stabil. Selain itu, peringkat serupa ditetapkan untuk obligasi perusahaan yang belum jatuh tempo senilai Rp10,8 triliun.
Analis pefindo Gary Hanniffy mengatakan, peringkat itu mencerminkan status perusahaan sebagai anak perusahaan yang memiliki kepentingan starteis bagi grup Astra, posisi bisnis yang sangat kuat di pembiayaan mobil dan indikator kualitas aset yang baik.
"Akan tetapi peringkat itu dibatasi oleh tingkat persaingan yang ketat di dalam industri," ujar dia.
Per akhir tahun lalu, struktur kepemilikan saham ASF adalah sebanyak 37,5 persen PT Astra International Tbk (ASII), dan sisanya dimiliki anak perusahaan ASII, yakni PT Garda Era Sedaya sebanyak 37,5 persen dan PT Sedaya Multi Investasi sekitar 25 persen.
(rna)
Lihat Juga :