PGN diusulkan jadi BUMD di Tangerang

Senin, 17 Maret 2014 - 18:22 WIB
PGN diusulkan jadi BUMD...
PGN diusulkan jadi BUMD di Tangerang
A A A
Sindonews.com - Antusiasme masyarakat rumah tangga untuk menggunakan gas bumi bukan elpiji membuat DPRD di Kabupaten Tangerang akan mendorong agar Pemerintah Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Bahkan, DPRD siap mengusulkan kepada Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar untuk membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam bidang gas untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Amran Arifin mengatakan, wajar jika akhirnya banyak warga yang ingin beralih dari elpiji ke gas low preasure yang menjadi produk PT PGN.

"Pertama gasnya tidak berbahaya, irit hanya sekitar Rp30 ribu per bulan dan kapan pun rumah tangga maupun industri membutuhkan gas, tinggal buka seperti air PDAM," tutur Amran, Senin (17/3/2014).

Diketahui, sumber gas yang di dapat PT PGN yang berkantor di wilayah Serpong, Kota Tangsel berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Pipa yang tertanam di dasar laut melintasi wilayah Kabupaten Tangerang.

"Apakah kita diam saja ketika wilayah kita dilintasi pipa ini, apalagi ternayata kantornya di Tangerang. Kenapa tidak kita manfaatkan sebagai BUMD baru," ujar Amran.

Apalagi, kata dia, hingga 2014 sudah ada 5.820 pelanggan rumah tangga di Kabupaten Tangerang. Adapun yang sudah menikmati aliran gas bumi dari PGN ini baru wilayah Perumnas Karawaci I, Perumnas Karawaci II, Perumnas Harapan Kita, Perumahan Palem Semi dan Perumahan Cimone saja.

"Jumlah 5.820 baru untuk pelanggan rumah tangga saja. Yang sudah mengajukan dan bertanya kepada kami (DPRD) ribuan rumah tangga, ini tentu bagus kalau dikembangkan," ujarnya.

Dia menilai, pengembangan jaringan pipa gas bumi harus dinikmati ke pelosok-pelosok masyarakat kecil. Sementara, Manager Area Tangerang PGN, Lebinner Sinaga mengatakan, saat ini yang mengajukan permohonan untuk dilakukan pengembangan ke daerah masing-masing rumah di Tangerang, sekitar 5.800 calon pelanggan.

Sedangkan yang ditargetkan dan dalam tahap penergajaan sebanyak 1.000 sambungan untuk 2014-2015. "Ya memang lebih banyak yang meminta, sedangkan kita baru bisa prioritaskan dari jaringan yang sudah ada. Perlu permintaan dengan jumlah besar di satu wilayah agar kami bisa mengembangkan jaringan," terangnya.

Ditanya soal kekhawatiran masyarakat untuk menggunakan gas bumi karena khawatir satu terbakar akan membakar semua pipa jaringan, Lebinner mengatakan, pipa gas bumi tidak seperti itu.

"Ini berbeda dengan elpiji, kalau elpiji lebih berat dari udara dan bisa meledak. Ini lebih ringan dari udara, jadi tidak akan ada ledakan. Kalau ada yang bocor tidak akan meledak dan tidak merambat ke jalur pipa gas, sebab kan ada katupnya," jelas dia.

Untuk biaya pemasangan, menurut Lebinner, Rp3 juta untuk rumah tangga. Sedangkan rata-rata penggunaan gas bumi untuk rumah tangga sekitar Rp30 ribu. "Itu pun bisa dicicil sebanyak tiga kali. Ini sudah dipakai di negara maju tidak hanya untuk kebutuhan dapur, untuk memanaskan air pun bisa," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Dukungan Penuh Pemerintah...
Dukungan Penuh Pemerintah dalam Penguatan Pasokan Gas di Sebagian Jabar dan Sumatera
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan...
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan Komitmen Menuju Energi Bersih
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Komitmen PGN Pasok Gas...
Komitmen PGN Pasok Gas Bumi untuk Kelistrikan Secara Berkelanjutan
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
1 jam yang lalu
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
2 jam yang lalu
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
5 jam yang lalu
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
6 jam yang lalu
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
7 jam yang lalu
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
8 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved