ALI: Presiden baru harus berani jalankan Sislognas
Selasa, 18 Maret 2014 - 16:25 WIB
ALI: Presiden baru harus berani jalankan Sislognas
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldi Masita menuturkan, siapapun presiden yang akan terpilih nanti, yang terpenting Sistem Logistik Nasional (Sislognas) harus tetap dijalankan jika ingin industri logistik Indonesia tetap bertumbuh.
"Saya rasa kalau pemerintahan yang baru nanti bisa menjalankan apa yang sudah ada di Sislognas, itu sudah cukup bagus," ungkapnya usai menghadiri media briefing terkait prediksi Frost & Sullivan dalam pertumbuhan industri logistik Indonesia 2014, di Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Menurutnya, isi dari Sislognas sudah cukup bagus dan rinci untuk menentukan mana yang harus dilakukan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan industri logistik di Indonesia.
Namun permasalahannya, dua tahun berjalan Sislognas terlihat hanya dijalankan oleh Kementerian Keuangan, sementara yang lainnya kurang mendukung dan kurang berani menjalankannya.
"Dua tahun ini enggak jalan bagus karena pemerintah kurang berani, yang kita harapkan pemimpin baru ini berani menjalankan karena ini akan sangat besar melawan negara asing dan pemain yang sudah lama. Kita harap pemerintah baru bisa berani menjalankan," pungkasnya.
"Saya rasa kalau pemerintahan yang baru nanti bisa menjalankan apa yang sudah ada di Sislognas, itu sudah cukup bagus," ungkapnya usai menghadiri media briefing terkait prediksi Frost & Sullivan dalam pertumbuhan industri logistik Indonesia 2014, di Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Menurutnya, isi dari Sislognas sudah cukup bagus dan rinci untuk menentukan mana yang harus dilakukan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan industri logistik di Indonesia.
Namun permasalahannya, dua tahun berjalan Sislognas terlihat hanya dijalankan oleh Kementerian Keuangan, sementara yang lainnya kurang mendukung dan kurang berani menjalankannya.
"Dua tahun ini enggak jalan bagus karena pemerintah kurang berani, yang kita harapkan pemimpin baru ini berani menjalankan karena ini akan sangat besar melawan negara asing dan pemain yang sudah lama. Kita harap pemerintah baru bisa berani menjalankan," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :