Bukopin targetkan laba tumbuh 20% tahun ini
Selasa, 18 Maret 2014 - 18:16 WIB
Bukopin targetkan laba tumbuh 20% tahun ini
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) menargetkan pertumbuhan laba bersih mencapai 20 persen tahun ini. Tahun lalu perseroan mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 11,97 persen. Nilai tersebut tumbuh menjadi Rp934,6 miliar di akhir 2013 dari Rp834,7 miliar dari tahun sebelumnya.
Direktur Utama BBKP, Glen Glenardi mengatakan, kinerja perseroan didukung oleh pendapatan bunga yang tumbuh 16,07 persen dari Rp5,13 triliun di 2012 menjadi Rp5,95 triliun di akhir tahun lalu. Hal ini juga diperkuat dari pendapatan berbasis imbalan (fee based income/FBI) sebesar 18,38 persen menjadi Rp785,7 miliar di tahun lalu.
"Target tahun ini kredit pada kisaran 15 persen. Target Dana Pihak Ketiga (DPK) berarti tidak akan jauh dari pertumbuhan kredit," ujar Glen dalam siaran persnya, Selasa (18/3/2014).
Dia mengatakan, penyaluran kredit tahun lalu tumbuh 6,42 persen dari Rp45,53 triliun menjadi Rp48,45 triliun. Segmen UKM disebutnya menjadi pendukung utama dengan pertumbuhan 22,64 persen dari Rp15,53 triliun menjadi Rp19,05 triliun tahun lalu.
Sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL) secara gross disebutnya turun dari 2,66 persen menjadi 2,26 persen. Glen menjelaskan, ada penurunan cukup signifikan dari penyaluran kredit kepada Bulog dari Rp8 triliun menjadi Rp3,5 triliun sehingga pertumbuhan kredit tertekan.
Namun demikian, lanjutnya, di segmen ritel pertumbuhan cukup besar sampai 30 persen. "Kredit Bulog permintaan pemerintah akan kita jaga maksimal Rp5 triliun saja tahun depan. Marginnya juga sulit karena dibayar per tiga bulan," keluhnya.
Direktur Utama BBKP, Glen Glenardi mengatakan, kinerja perseroan didukung oleh pendapatan bunga yang tumbuh 16,07 persen dari Rp5,13 triliun di 2012 menjadi Rp5,95 triliun di akhir tahun lalu. Hal ini juga diperkuat dari pendapatan berbasis imbalan (fee based income/FBI) sebesar 18,38 persen menjadi Rp785,7 miliar di tahun lalu.
"Target tahun ini kredit pada kisaran 15 persen. Target Dana Pihak Ketiga (DPK) berarti tidak akan jauh dari pertumbuhan kredit," ujar Glen dalam siaran persnya, Selasa (18/3/2014).
Dia mengatakan, penyaluran kredit tahun lalu tumbuh 6,42 persen dari Rp45,53 triliun menjadi Rp48,45 triliun. Segmen UKM disebutnya menjadi pendukung utama dengan pertumbuhan 22,64 persen dari Rp15,53 triliun menjadi Rp19,05 triliun tahun lalu.
Sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL) secara gross disebutnya turun dari 2,66 persen menjadi 2,26 persen. Glen menjelaskan, ada penurunan cukup signifikan dari penyaluran kredit kepada Bulog dari Rp8 triliun menjadi Rp3,5 triliun sehingga pertumbuhan kredit tertekan.
Namun demikian, lanjutnya, di segmen ritel pertumbuhan cukup besar sampai 30 persen. "Kredit Bulog permintaan pemerintah akan kita jaga maksimal Rp5 triliun saja tahun depan. Marginnya juga sulit karena dibayar per tiga bulan," keluhnya.
(gpr)
Lihat Juga :