Asei-Re bidik premi tahun ini Rp1,35 T
Rabu, 19 Maret 2014 - 13:15 WIB
Asei-Re bidik premi tahun ini Rp1,35 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Asei-Reasuransi Indonesia (Asei-Re) menargetkan pendapatan premi bruto hingga akhir 2014 sebesar Rp1,35 triliun atau tumbuh 25,48 persen dari pendapatan premi bruto tahun ini.
Direktur Utama Asei-Re, Eko Wari Santoso mengatakan, pada 2013 perusahaan asuransi plat merah ini mencatatkan pertumbuhan premi bruto sebesar 27,9 persen dari Rp847,4 miliar menjadi Rp1,08 triliun.
"Potensi pasar masih sangat besar dan kami optimis bisa melakukan penetrasi pasar yang lebih baik," kata Eko di Kantor Asei-Re, Jakarta, Rabu (18/3/2014).
Pada tahun ini, perseroan juga berharap laba bersih dapat meningkat sebesar 13,88 persen dari Rp107,3 miliar menjadi Rp122,24 miliar. "Di 2013 laba bersih perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 15,67 persen menjadi Rp107,3 miliar," imbuhnya.
Lebih lanjut Eko mengatakan bahwa margin perseroan sebanyak Rp180,15 miliar atau mengalami peningkatan 39,3 persen dari tahun lalu Rp129,3 miliar.
Sementara, pada nilai aset Asei-Re yang juga mengalami pertumbuhan yang signifikan sebesar 46,8 persen dari Rp1,4 triliun pada 2012 menjadi Rp1,9 triliun pada 2013.
Direktur Utama Asei-Re, Eko Wari Santoso mengatakan, pada 2013 perusahaan asuransi plat merah ini mencatatkan pertumbuhan premi bruto sebesar 27,9 persen dari Rp847,4 miliar menjadi Rp1,08 triliun.
"Potensi pasar masih sangat besar dan kami optimis bisa melakukan penetrasi pasar yang lebih baik," kata Eko di Kantor Asei-Re, Jakarta, Rabu (18/3/2014).
Pada tahun ini, perseroan juga berharap laba bersih dapat meningkat sebesar 13,88 persen dari Rp107,3 miliar menjadi Rp122,24 miliar. "Di 2013 laba bersih perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 15,67 persen menjadi Rp107,3 miliar," imbuhnya.
Lebih lanjut Eko mengatakan bahwa margin perseroan sebanyak Rp180,15 miliar atau mengalami peningkatan 39,3 persen dari tahun lalu Rp129,3 miliar.
Sementara, pada nilai aset Asei-Re yang juga mengalami pertumbuhan yang signifikan sebesar 46,8 persen dari Rp1,4 triliun pada 2012 menjadi Rp1,9 triliun pada 2013.
(izz)
Lihat Juga :