Jamkrida Jatim targetkan penjaminan kredit Rp2,5 T

Rabu, 19 Maret 2014 - 21:05 WIB
Jamkrida Jatim targetkan...
Jamkrida Jatim targetkan penjaminan kredit Rp2,5 T
A A A
Sindonews.com - Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jawa Timur (Jatim) terus berusaha meningkatkan kinarja. Tahun ini, Jamkrida Jatim menargetkan penjaminan untuk per kreditan sekitar Rp2,5 triliun.

Target yang ditetapkan tahun ini lebih besar dari Februari sebesar Rp1,5 triliun. Direktur Utama Jamkrida Jatim, Achmad Nur Chasan menegaskan, untuk kredit yang akan dijamin kebanyakan masih berasal dari Bank Jatim dan Bank UMKM Jatim yang sama-sama BUMD Pemprov Jatim.

"Hingga pertengan bulan ini nilai penjaminan baru sebesar Rp1 triliun, nantinya kami optimalkan dari kredit Bank Jatim dan Bank UMKM Jatim khususnya untuk nasabah kredit yang feasible namun tidak bankable," katanya, Rabu (19/3/2014).

Menurutnya, kredit yang dijamin Jamkrida Jatim masih didominasi kredit skala UMKM, seperti kredit usaha rakyat (KUR) dan kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE) dan dengan plafon di kisaran Rp20 juta per nasabah.

Dari penjaminan kredit skala UMKM tersebut, kualitasnya terjaga cukup baik dengan nilai klaim yang hanya berkisar 0,01 persen atau sekitar Rp1 miliar.

Meski pada Februari terjadi bencana alam seperti erupsi Gunung Kelud, rotasi untuk perkreditan yang dijamin Jamkrida Jatim tidak mengalami persoalan dalam kinarjanya.

"Tidak berdampak. Kami turut menjamin KUR dan KKPE di beberapa wilayah di Jatim. Namun, sepertinya pengusaha UMKM yang dijamin Jamkrida tidak tedampak erupsi Gunung Kelud," ungkapnya.

Kepala Regional 3 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yunnokusum mengatakan, pihaknya sudah memberikan kelonggaran dalam penetapan kualitas kredit dan pemberian kredit baru kepada debitur yang menjadi korban dari bencana erupsi Gunung Kelud.

"Kami memandang perlunya perlakukan khusus supaya dapat mendukung pemulihan perekonomian terutama di daerah yang terkena bencana," kata dia.

Secara keseluruhan, Bank Indonesia (BI) menilai ketahanan industri perbankan tetap kuat dengan risiko kredit, likuiditas dan pasar yang cukup terjaga, serta dukungan ketahanan modal yang masih kuat. Meksi pertumbuhan kredit perbankan mengalami perlambatan, dari 21,4 persen (yoy) pada Desember 2013 menjadi menjadi 20,9 persen (yoy) pada Januari 2014.

"Walaupun ada perlambatan sedikit tahun ini, namun perekonomian masih kuat," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Minta Perbankan...
Sri Minta Perbankan Jangan Takut Kasih Utang ke UMKM
OJK Siap Longgarkan...
OJK Siap Longgarkan Aturan Batas Maksimum Kredit Di Masa Pandemi
Pemerintah Bakal Hapus...
Pemerintah Bakal Hapus Kredit Macet UMKM, BRI Sudah Usulkan Sejak 2021
Respons Rencana Hapus...
Respons Rencana Hapus Kredit Macet UMKM, Asprindo: Perlu Didampingi Agar Bisa Bangkit
Kenaikan Pagu Kredit...
Kenaikan Pagu Kredit BRI Dorong Kebangkitan UMKM
Segera Disahkan, RUU...
Segera Disahkan, RUU Cipta Kerja Jadi Stimulus Dongkrak UMKM
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
17 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
41 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
47 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Bayar Bunga Warisan...
Bayar Bunga Warisan Jokowi Rp183 T, Prabowo Bakal Tarik Utang Rp775 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved