Menperin klaim kesiapan RI hadapi AEC 83%
Kamis, 20 Maret 2014 - 11:32 WIB
Menperin klaim kesiapan RI hadapi AEC 83%
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia akan dihadapkan pada ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015 yang membuat Indonesia harus bersaing dengan negara ASEAN lainnya, terutama bidang perdagangan.
Menanggapi hal itu, Menteri Perindustrian (Menperin), MS Hidayat mengaku kesiapan Indonesia menghadapi AEC baru pada level 83 persen. Pasalnya masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki Indonesia, khususnya masalah infrastruktur dan peraturan serta implementasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Persiapan dan kesiapan Indonesia menghadapi AEC masih pada level 83 persen. Masih ada masalah klasik yang harus dihadapi seperti isu mengenai infrastruktur dan regulasi terkait SNI serta implementasinya," ungkap dia saat keynote speech dalam seminar internasional terkait SNI di Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Hidayat tidak menampik bahwa permasalahan infrastruktur menjadi kelemahan Indonesia dalam menghadapi AEC. Namun, menurutnya dari tahun ke tahun infrastruktur Indonesia terus mengalami perbaikan.
"Kami percaya, dari tahun ke tahun infrastruktur Indonesia terus mengalami perbaikan. Peringkat Indonesia dalam Global Competitiveness Index 2013 pun meningkat dari 50 ke peringkat 38," ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Hidayat, kualitas sektor barang dan jasa dari Indonesia masih membutuhkan perbaikan. Produk di Indonesia yang sudah memiliki standar hanya kurang dari 1.000 produk. Selain itu, standarisasi jasa di Indonesia juga membutuhkan perhatian dari seluruh stakeholder.
"Bagaimanapun, ini tidak akan sukses jika tidak diimbangi dengan kolaborasi serta dukungan dari stakeholder, khususnya private sector dan umumnya konsumer keseluruhan," pungkas Menperin.
Menanggapi hal itu, Menteri Perindustrian (Menperin), MS Hidayat mengaku kesiapan Indonesia menghadapi AEC baru pada level 83 persen. Pasalnya masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki Indonesia, khususnya masalah infrastruktur dan peraturan serta implementasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Persiapan dan kesiapan Indonesia menghadapi AEC masih pada level 83 persen. Masih ada masalah klasik yang harus dihadapi seperti isu mengenai infrastruktur dan regulasi terkait SNI serta implementasinya," ungkap dia saat keynote speech dalam seminar internasional terkait SNI di Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Hidayat tidak menampik bahwa permasalahan infrastruktur menjadi kelemahan Indonesia dalam menghadapi AEC. Namun, menurutnya dari tahun ke tahun infrastruktur Indonesia terus mengalami perbaikan.
"Kami percaya, dari tahun ke tahun infrastruktur Indonesia terus mengalami perbaikan. Peringkat Indonesia dalam Global Competitiveness Index 2013 pun meningkat dari 50 ke peringkat 38," ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Hidayat, kualitas sektor barang dan jasa dari Indonesia masih membutuhkan perbaikan. Produk di Indonesia yang sudah memiliki standar hanya kurang dari 1.000 produk. Selain itu, standarisasi jasa di Indonesia juga membutuhkan perhatian dari seluruh stakeholder.
"Bagaimanapun, ini tidak akan sukses jika tidak diimbangi dengan kolaborasi serta dukungan dari stakeholder, khususnya private sector dan umumnya konsumer keseluruhan," pungkas Menperin.
(izz)
Lihat Juga :