Kemendag sosialisasikan SRG di Lampung
Kamis, 20 Maret 2014 - 12:21 WIB
Kemendag sosialisasikan SRG di Lampung
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Sutriono Edi hari ini membuka sosialisasi Sistem Resi Gudang (SRG) di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.
"Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi SRG yang dilakukan hari ini. Acara ini sangat penting dalam memberikan pemahaman menyeluruh tentang SRG kepada pemerintah daerah, perbankan, asuransi, pengelola gudang, hingga kelompok-kelompok tani. Diharapkan ke depan semakin banyak yang mengetahui dan paham mengenai SRG," kata dia dalam rilisnya, Kamis (20/3/2014).
Menurutnya, dalam rangka pengembangan dan percepatan pelaksanaan SRG
diperlukan sinergi dan peran aktif seluruh pihak. Yakni mulai dari pemerintah daerah, perbankan, asuransi, pengelola gudang, hingga kelompok-kelompok tani.
Bappebti bekerja sama dengan Pemda sejak 2009 sampai 2013 telah membangun gudang sebanyak 98 gudang SRG di 78 kabupaten dan 21 provinsi. Khusus di Provinsi Lampung telah dibangun sebanyak enam gudang SRG di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Tanggamus, Tulang Bawang, dan Pesisir Barat.
Rencananya, pada 2014 akan kembali dibangun satu gudang SRG di Provinsi Lampung, yaitu di Kabupaten Lampung Selatan. "SRG ini untuk membantu menghidupkan perekonomian daerah, mendorong tumbuhnya pelaku usaha di daerah dan sarana pengendalian stok nasional yang efisien. Karena itu, kami minta Pemda terus berkomitmen mendukung implementasi SRG di Lampung," tuturnya.
Dia menjelaskan, dengan memiliki resi gudang, para pelaku usaha, khususnya petani, kelompok tani, koperasi, dan usaha kecil dan menengah (UKM) dapat memperoleh kredit di bank, tanpa memberikan jaminan atau aset tetap lainnya
"Jaminannya resi gudang itu sendiri yang merupakan bukti kepemilikan barang yang disimpan di gudang. Sehingga petani tidak perlu menjual hasil panennya langsung pada saat panen raya, di mana harga sedang turun," imbuh Sutriono.
Pembiayaan resi gudang telah dilakukan lembaga keuangan bank seperti BRI,
Bank BJB, Bank Jatim, Bank Kalsel, Bank Jateng, BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto, maupun lembaga keuangan non-bank. Nilai total pembiayaan yang telah diberikan sampai 17 Maret 2014 sebesar Rp164,09 miliar.
"Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi SRG yang dilakukan hari ini. Acara ini sangat penting dalam memberikan pemahaman menyeluruh tentang SRG kepada pemerintah daerah, perbankan, asuransi, pengelola gudang, hingga kelompok-kelompok tani. Diharapkan ke depan semakin banyak yang mengetahui dan paham mengenai SRG," kata dia dalam rilisnya, Kamis (20/3/2014).
Menurutnya, dalam rangka pengembangan dan percepatan pelaksanaan SRG
diperlukan sinergi dan peran aktif seluruh pihak. Yakni mulai dari pemerintah daerah, perbankan, asuransi, pengelola gudang, hingga kelompok-kelompok tani.
Bappebti bekerja sama dengan Pemda sejak 2009 sampai 2013 telah membangun gudang sebanyak 98 gudang SRG di 78 kabupaten dan 21 provinsi. Khusus di Provinsi Lampung telah dibangun sebanyak enam gudang SRG di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Tanggamus, Tulang Bawang, dan Pesisir Barat.
Rencananya, pada 2014 akan kembali dibangun satu gudang SRG di Provinsi Lampung, yaitu di Kabupaten Lampung Selatan. "SRG ini untuk membantu menghidupkan perekonomian daerah, mendorong tumbuhnya pelaku usaha di daerah dan sarana pengendalian stok nasional yang efisien. Karena itu, kami minta Pemda terus berkomitmen mendukung implementasi SRG di Lampung," tuturnya.
Dia menjelaskan, dengan memiliki resi gudang, para pelaku usaha, khususnya petani, kelompok tani, koperasi, dan usaha kecil dan menengah (UKM) dapat memperoleh kredit di bank, tanpa memberikan jaminan atau aset tetap lainnya
"Jaminannya resi gudang itu sendiri yang merupakan bukti kepemilikan barang yang disimpan di gudang. Sehingga petani tidak perlu menjual hasil panennya langsung pada saat panen raya, di mana harga sedang turun," imbuh Sutriono.
Pembiayaan resi gudang telah dilakukan lembaga keuangan bank seperti BRI,
Bank BJB, Bank Jatim, Bank Kalsel, Bank Jateng, BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto, maupun lembaga keuangan non-bank. Nilai total pembiayaan yang telah diberikan sampai 17 Maret 2014 sebesar Rp164,09 miliar.
(izz)
Lihat Juga :