Pertumbuhan obligasi RI tercepat ke-2 di Asia Timur
Kamis, 20 Maret 2014 - 12:26 WIB
Pertumbuhan obligasi RI tercepat ke-2 di Asia Timur
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Kantor Integrasi Ekonomi Regional Asian Development Bank (ADB) Iwan Jaya Azis memaparkan bahwa pasar obligasi Indonesia mencatatkan pertumbuhan tercepat kedua di kawasan Asia Timur pada periode akhir kuartal IV/2013.
Dalam paparannya Iwan menyebutkan bahwa pasar obligasi Indonesia telah tumbuh 6,8 persen dalam kuartal ini, dan 20,1 persen dibandingkan tahun lalu menjadi USD108 miliar.
Sementara obligasi pemerintah mencatatkan pertumbuhan 7,9 persen pada kuartal ini dan tumbuh 20,9 persen dibandingkan tahun lalu menjadi USD90 miliar.
"Untuk obligasi korporasi tumbuh 1,5 persen pada kuartal ini dan 16,4 persen dibandingkan tahun lalu," kata dia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Pesatnya pertumbuhan obligasi pemerintah, dia menjelaskan, terutama didukung oleh pertumbuhan yang cukup agresif pada obligasi pemerintah pusat.
Adapun obligasi pemerintah tersebut, terdiri dari surat perbendaharaan negara (SPN) dan obligasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan serta sertifikat Bank Indonesia (BI).
"Di sektor korporasi didukung oleh kenaikan obligasi korporasi konvesional, obligasi subordinasi dan obligasi sukuk ijarah. Sementara untuk penjualan sukuk di negara-negara kawasan Asia bagian timur tetap kuat, yakni sebesar USD91,7 miliar pada tahun lalu," papar dia.
Dengan prestasi yang berhasil dicatatkan ini, maka Indonesia telah berhasil mensejajarkan diri dalam jajaran teratas negara dengan salah satu indikator ekonomi terbaik di Asia Timur, seperti Vietnam, China, Hong Kong, Indonesia, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.
Dalam paparannya Iwan menyebutkan bahwa pasar obligasi Indonesia telah tumbuh 6,8 persen dalam kuartal ini, dan 20,1 persen dibandingkan tahun lalu menjadi USD108 miliar.
Sementara obligasi pemerintah mencatatkan pertumbuhan 7,9 persen pada kuartal ini dan tumbuh 20,9 persen dibandingkan tahun lalu menjadi USD90 miliar.
"Untuk obligasi korporasi tumbuh 1,5 persen pada kuartal ini dan 16,4 persen dibandingkan tahun lalu," kata dia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Pesatnya pertumbuhan obligasi pemerintah, dia menjelaskan, terutama didukung oleh pertumbuhan yang cukup agresif pada obligasi pemerintah pusat.
Adapun obligasi pemerintah tersebut, terdiri dari surat perbendaharaan negara (SPN) dan obligasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan serta sertifikat Bank Indonesia (BI).
"Di sektor korporasi didukung oleh kenaikan obligasi korporasi konvesional, obligasi subordinasi dan obligasi sukuk ijarah. Sementara untuk penjualan sukuk di negara-negara kawasan Asia bagian timur tetap kuat, yakni sebesar USD91,7 miliar pada tahun lalu," papar dia.
Dengan prestasi yang berhasil dicatatkan ini, maka Indonesia telah berhasil mensejajarkan diri dalam jajaran teratas negara dengan salah satu indikator ekonomi terbaik di Asia Timur, seperti Vietnam, China, Hong Kong, Indonesia, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.
(rna)
Lihat Juga :