Ini strategi Kemendag tingkatkan nilai ekspor

Jum'at, 21 Maret 2014 - 15:13 WIB
Ini strategi Kemendag...
Ini strategi Kemendag tingkatkan nilai ekspor
A A A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi menjelaskan, untuk mencapai target pertumbuhan ekspor, perlu diterapkan strategi yang tepat sasaran.

Salah satunya, pasar tujuan ekspor perlu dijabarkan menjadi dua. Yaitu yang akan diprioritaskan pada ekspor utama (main market) dan pasar ekspor prospektif (prospective market).

"Negara-negara yang termasuk dalam pasar utama dipilih berdasarkan nilai dan pangsa pasar ekspor terbesar dari nilai ekspor Indonesia, ke dunia dengan tren perdagangan yang positif dalam lima tahun terakhir," ungkapnya saat media briefing di kantornya, Jumat (21/3/2014).

Menurutnya, untuk negara kelompok pasar prospektif dipilih berdasarkan nilai pertumbuhan ekspor yang tinggi. "Juga dilihat dari nilai dan pangsa pasar ekspor Indonesia yang terus meningkat di negara-negara yang dimaksud dengan tren perdagangan positif dalam lima tahun terakhir," imbuhnya.

Pasar ekspor utama yang dimaksud dibagi atas 14 negara. Yaitu China, Jepang, Korea Selatan, India, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris. Sementara, pasar ekspor prospektif yaitu Taiwan, Hongkong, Turki, Myanmar, Kamboja, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Iran, Rusia, Ukraina, Brasil, Meksiko, Argentina, Peru, Chili, Australia, Afrika Selatan, Mesir, serta Nigeria.

Selain itu, peningkatan ekspor 2014 juga dilakukan berdasarkan pertumbuhan target produk ekspor yang dibagi atas produk utama, produk prospektif, serta produk nonmigas lainnya.

"Pertumbuhan ekspor dari kelompok produk utama ditargetkan tumbuh 5,5 sampai 6,5 persen atau setara USD96,7 sampai USD97,7 miliar. Produknya yaitu CPO dan turunannya, tekstil dan produk tekstil, elektronik, karet dan produk karet, produk kayu, pulp dan furniture, produk kimia, produk logam, mesin-mesin, makanan olahan, dan otomotif," jelas dia.

Sementara, untuk produk prospektif ditargetkan meningkat menjadi USD17,1 miliar hingga USD17,3 miliar. Kelompoknya antara lain alas kaki, perhiasan, produk plastik, udang, ikan dan produk ikan, kopi, kakao dan olahannya, kerajinan, rempah, serta kulit dan produk kulit.

"Melihat kondisi dan peluang serta persaingan yang ada di pasar dari sisi pasar ekspor maupun potensi permasalahan di dalam negeri dari sisi pasokan Indonesia, Kemendag mengajak semua stakeholder terkait untuk bekerja sama. Termasuk saling bersinergi dan melakukan sinkronisasi program. Ini untuk mengatasi semua kendala dan permasalahan yang ada terkait ekspor," tutur Lutfi.

Seperti diketahui, Kemendag menargetkan pertumbuhan ekspor Indonesia 2014 sebesar 4,1 persen, dengan perkiraan nilai mencapai USD190 miliar. Target ekspor nonmigas tumbuh sekitar 5,5 hingga 6,5 persen atau kisaran USD158 hingga USD159 miliar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
22 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
30 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved