Produksi denim awal tahun turun
Senin, 24 Maret 2014 - 17:56 WIB
Produksi denim awal tahun turun
A
A
A
Sindonews.com - PT Sandang Asia Maju Abadi di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang mencatat adanya penurunan order denim di awal 2014. Sepanjang Januari-Maret 2014, rata-rata produksi denim turun antara 20-25 persen dari kondisi normal pada bulan sebelumnya.
"Penurunan ini karena siklus tahunan. Pasar luar negeri biasanya diawal tahun memang mengalami penurunan," kata General Manager PT Sandang Asia Maju Abadi, Dedy Mulyadi Ali, Senin (24/3/2014).
Dedy mengaku, dengan penurunan jumlah order mencapai 20-25 persen, pihaknya pun melakukan penurunan produksi. Menurutnya, untuk produksi memang by order sehingga disesuaikan. Jika rata-rata produksi denim mencapai 300.000-350.000 pieces per bulan, saat ini hanya di kisaran 250.000-275.000 pieces per bulan.
Meskipun terjadi penurunan pada awal bulan, dia yakin mendekat Agustus order akan kembali meningkat. "Pasar luar negeri, biasanya akan turun setelah mengalami peak season di akhir tahun, utamanya saat Natal dan Tahun Baru dan akan kembali mengeliat Agustus," ujarnya.
Pada tahun ini, kata Dedy, PT Sandang Asia Maju Abadi memegang enam merek denim ternama, seperti Calvin Klein, J-Crew, Sport Ware, Levi's, dan lain-lain. Produk tersebut dipesan untuk pasar di sejumlah negara di Eropa, Amerika Serikat, serta Asia di Jepang.
"Pasar Eropa kontribusinya sekarang paling besar, sekitar 35 persen, Amerika Serikat sekitar 30 persen, Asia 15 persen, dan sisanya tersebar di sejumlah negara," ungkapnya.
Saat ini pihaknya tengah berupaya membuka pasar baru. Namun, untuk pasar Afrika dan Timur Tengah yang sedang dijajaki banyak menemui kendala, terutama soal gaya busana dan bahan kain.
"Kalau di Afrika dan Timur Tengah mayoritas gunakan bahan-bahan katun, karena memang budaya dan kondisi iklim yang berbeda. Kalau dipaksanakan dengan denim tentu tidak cocok dan panas," ungkapnya.
Sementara, dari sisi bahan baku produksi denim 60 persen masih diperoleh secara impor, dan 40 persen lainnya dari lokal.
"Penurunan ini karena siklus tahunan. Pasar luar negeri biasanya diawal tahun memang mengalami penurunan," kata General Manager PT Sandang Asia Maju Abadi, Dedy Mulyadi Ali, Senin (24/3/2014).
Dedy mengaku, dengan penurunan jumlah order mencapai 20-25 persen, pihaknya pun melakukan penurunan produksi. Menurutnya, untuk produksi memang by order sehingga disesuaikan. Jika rata-rata produksi denim mencapai 300.000-350.000 pieces per bulan, saat ini hanya di kisaran 250.000-275.000 pieces per bulan.
Meskipun terjadi penurunan pada awal bulan, dia yakin mendekat Agustus order akan kembali meningkat. "Pasar luar negeri, biasanya akan turun setelah mengalami peak season di akhir tahun, utamanya saat Natal dan Tahun Baru dan akan kembali mengeliat Agustus," ujarnya.
Pada tahun ini, kata Dedy, PT Sandang Asia Maju Abadi memegang enam merek denim ternama, seperti Calvin Klein, J-Crew, Sport Ware, Levi's, dan lain-lain. Produk tersebut dipesan untuk pasar di sejumlah negara di Eropa, Amerika Serikat, serta Asia di Jepang.
"Pasar Eropa kontribusinya sekarang paling besar, sekitar 35 persen, Amerika Serikat sekitar 30 persen, Asia 15 persen, dan sisanya tersebar di sejumlah negara," ungkapnya.
Saat ini pihaknya tengah berupaya membuka pasar baru. Namun, untuk pasar Afrika dan Timur Tengah yang sedang dijajaki banyak menemui kendala, terutama soal gaya busana dan bahan kain.
"Kalau di Afrika dan Timur Tengah mayoritas gunakan bahan-bahan katun, karena memang budaya dan kondisi iklim yang berbeda. Kalau dipaksanakan dengan denim tentu tidak cocok dan panas," ungkapnya.
Sementara, dari sisi bahan baku produksi denim 60 persen masih diperoleh secara impor, dan 40 persen lainnya dari lokal.
(izz)
Lihat Juga :