WINS bukukan kenaikan laba 34% pada 2013
Selasa, 25 Maret 2014 - 10:26 WIB
WINS bukukan kenaikan laba 34% pada 2013
A
A
A
Sindonews.com - PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) sepanjang tahun lalu berhasil membukukan kenaikan laba sebesar 34 persen menjadi USD27,06 juta dibanding tahun sebelumnya senilai USD20,2.
Laba per saham meningkat 32 persen menjadi USD0,74 sen dibanding sebelumnya USD0,56 sen. Dalam laporan keuangan persreoan di keterbukaan informasi Bursa Efek Idnoensia (BEI), Selasa (25/3/2014) dijelaskan bahwa EBITDA perseroan juga meningkat sebesar 62 persen menjadi USD65,4 juta dari sebelumnya USD40,4 juta.
Naiknya laba tersebut didukung pendapatan yang meningkat sebesar 50,44 persen menjadi USD186,7 juta dari sebelumnya USD124,1 juta. Permintaan yang tinggi atas pengoboran laut dalam (deepwater) memberi kontribusi terhadap bisnis sewa kapal yang melonjak 71 persen menjadi USD78,1 juta dan laba menjadi USD5,2 juta.
Sementara naiknya tarif sewa dan penguatan USD terhadap rupiah makin memperlebar marjin permintaan kapal-kapal offshore. Dari total 12 kapal yang diterima, tujuh kapal pada semester I dan lima pada semester II meningkatkan jumlah belanja modal perusahaan sebesar USD90 juta.
Adapun implementasi cabotage pada tahun lalu di sektor kapal offshore membuat kapal perseroan di bawah naungan cabotage law. Namun, tarif sewa domestik menjadi naik dibanding internasional karena terbatasnya jumlah kapal berbendera Indonesia.
Naiknya pendapatan persreoan diikuti meningkatnya beban tak langsung, yang mengalami pertumbuhan 31 persen menjadi USD11 juta karena dipicu beban terkait personil. Tingginya belanja modal untuk ekspansi armada dari kas internal dan pinjaman perbankan menyebabkan naiknya beban bunga menjadi 49 persen dari USD5,6 juta menjadi USD8,4 juta.
"Pada kuartal III, kami telah menjual rugi satu unit kapal tua untuk mendapatkan dana kas dalam rangka reinvestasi sesuai rencana ekspansi armada, sehingga terjadi keruigan penjualan aset tetap sebesar USD1 juta pada 2013, sedangkan pada tahun sebelumnya laba USD1,8 juta," kata Investor Relations WINS Pek Swan Layanto.
Adapun aset perseroan pada tahun lalu sebesar USD422,2 juta, dengan nilai armada USD299 juta dibadning tahun sebelumnya USD23,6 juta. Perseroan pada tahun ini optimis mampu meningkatkan kinerja lantaran tren jangka panjang pada sektor minyak dan gas lepas pantai Indonesia didukung sejumlah proyek pengambangan besar akan segera dimulai.
Di samping itu, sejumlah kapal asing juga mengganti bendera menjadi bendera Indonesia untuk mendukung kelangsungan sektor pengeboran laut dalam Indonesia. Pada 1 Maret 2014, nilai kontrak yang diperoleh perseroan mencapai USD111,2 juta.
"Memang ada beberapa penundanaan pemberian kontrak-kontrak jangka panjang, namun kami tetap optimis atas prospek bisnis dan strategi ekspansi armada kami yang masih sesuai rencana," ujar dia.
Laba per saham meningkat 32 persen menjadi USD0,74 sen dibanding sebelumnya USD0,56 sen. Dalam laporan keuangan persreoan di keterbukaan informasi Bursa Efek Idnoensia (BEI), Selasa (25/3/2014) dijelaskan bahwa EBITDA perseroan juga meningkat sebesar 62 persen menjadi USD65,4 juta dari sebelumnya USD40,4 juta.
Naiknya laba tersebut didukung pendapatan yang meningkat sebesar 50,44 persen menjadi USD186,7 juta dari sebelumnya USD124,1 juta. Permintaan yang tinggi atas pengoboran laut dalam (deepwater) memberi kontribusi terhadap bisnis sewa kapal yang melonjak 71 persen menjadi USD78,1 juta dan laba menjadi USD5,2 juta.
Sementara naiknya tarif sewa dan penguatan USD terhadap rupiah makin memperlebar marjin permintaan kapal-kapal offshore. Dari total 12 kapal yang diterima, tujuh kapal pada semester I dan lima pada semester II meningkatkan jumlah belanja modal perusahaan sebesar USD90 juta.
Adapun implementasi cabotage pada tahun lalu di sektor kapal offshore membuat kapal perseroan di bawah naungan cabotage law. Namun, tarif sewa domestik menjadi naik dibanding internasional karena terbatasnya jumlah kapal berbendera Indonesia.
Naiknya pendapatan persreoan diikuti meningkatnya beban tak langsung, yang mengalami pertumbuhan 31 persen menjadi USD11 juta karena dipicu beban terkait personil. Tingginya belanja modal untuk ekspansi armada dari kas internal dan pinjaman perbankan menyebabkan naiknya beban bunga menjadi 49 persen dari USD5,6 juta menjadi USD8,4 juta.
"Pada kuartal III, kami telah menjual rugi satu unit kapal tua untuk mendapatkan dana kas dalam rangka reinvestasi sesuai rencana ekspansi armada, sehingga terjadi keruigan penjualan aset tetap sebesar USD1 juta pada 2013, sedangkan pada tahun sebelumnya laba USD1,8 juta," kata Investor Relations WINS Pek Swan Layanto.
Adapun aset perseroan pada tahun lalu sebesar USD422,2 juta, dengan nilai armada USD299 juta dibadning tahun sebelumnya USD23,6 juta. Perseroan pada tahun ini optimis mampu meningkatkan kinerja lantaran tren jangka panjang pada sektor minyak dan gas lepas pantai Indonesia didukung sejumlah proyek pengambangan besar akan segera dimulai.
Di samping itu, sejumlah kapal asing juga mengganti bendera menjadi bendera Indonesia untuk mendukung kelangsungan sektor pengeboran laut dalam Indonesia. Pada 1 Maret 2014, nilai kontrak yang diperoleh perseroan mencapai USD111,2 juta.
"Memang ada beberapa penundanaan pemberian kontrak-kontrak jangka panjang, namun kami tetap optimis atas prospek bisnis dan strategi ekspansi armada kami yang masih sesuai rencana," ujar dia.
(rna)
Lihat Juga :