Picture warning akan menguras kas produsen rokok

Selasa, 25 Maret 2014 - 12:30 WIB
Picture warning akan...
Picture warning akan menguras kas produsen rokok
A A A
Sindonews.com - Rencana pemerintah menerapkan peringatan kesehatan pada bungkus rokok dengan gambar serta perubahan teks sebagaimana pada Pasal 14 dan Pasal 15 dalam PP No 109/2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan dinilai akan menguras kas para produsen rokok.

Direktur Industri Minuman dan Tembakau Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Enny Ratnaningtyas mengakui, metode tersebut (picture warning) akan menguras kas para produsen rokok.

"Yang dikhawatirkan adalah produsen rokok kecil yang terbebani biaya produksi bungkus rokok baru," ujarnya, Selasa (25/3/2014).

Dia menuturkan, pemasangan foto organ tubuh yang rusak akibat rokok perlu persiapan matang dari industri rokok Indonesia. Rencananya peraturan ini akan diberlakukan Juni 2014.

Menurutnya, desain dan jenis gambar yang harus dimuat masih belum diputuskan. "Sempat ada wacana gambarnya harus bersifat edukatif dan tidak menyeramkan," katanya.

Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng berpendapat dengan ruang packaging yang hampir semua tertutup penerapan peringatan kesehatan bergambar (graphic health warning), diduga ada upaya untuk membebani biaya produksi industri rokok melalui ketentuan ini.

"Ada upaya pemerintah (Kemenkes) untuk menutup kesempatan industri rokok sebagai industri legal mensosialisasikan dan mengekspresikan produk yang dilindungi Undang-Undang ini," jelasnya.

Salamuddin menjelaskan, model peringatan bergambar mestinya bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dengan gambar yang tidak bersifat verbal, tidak mensimplifikasi dan menggeneralisasi sebab-sebab munculnya penyakit seolah akibat asap rokok.

Adopsi gambar-gambar yang akan ditempelkan pun jika mengacu pada gambar-gambar dari luar negeri akan melanggar etika scientific. "Ini tidak sosiologis dan faktual karena gambar-gambar "korban" akibat tembakau bukan gambar "korban" konsumen rokok yang diproduksi dan diedarkan di Indonesia," terangnya.

Di dalam Pasal 15 Ayat 1 PP 109/2012 yang menyatakan, Setiap 1 (satu) varian Produk Tembakau wajib dicantumkan gambar dan tulisan peringatan kesehatan yang terdiri atas 5 (lima) jenis yang berbeda, dengan porsi masing-masing 20 persen dari jumlah setiap varian Produk Tembakaunya.

Menanggapi ketentuan itu, dia menilai pengaturan 1 (satu) merek rokok dengan 5 (lima) varian gambar yang diganti secara periodik akan menyulitkan teknis pencetakan serta menambah biaya, sekaligus menimbulkan keraguan keaslian rokok bagi konsumennya.

Terdapat ambigu dalam penerapan peringatan kesehatan bergambar (graphic health warning) antara level pabrikan besar dan kecil. Di mana, pabrikan kecil mendapatkan previlage dalam penerapan peringatan kesehatan bergambar. Sehingga, prinsip kesehatan tidak terlampaui karena terdapat diskriminasi perlakuan.

"Dengan kondisi ini, PP 109 Tahun 2012 sebetulnya tidak mengatur kesehatan, melainkan mengatur perdagangan tembakau," pungkas Salamuddin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pakar Paparkan Sains...
Pakar Paparkan Sains dan Teknologi di Balik Tembakau Inovatif Bebas Asap
Siasat Produsen Rokok...
Siasat Produsen Rokok Hadapi Pelemahan Daya Beli
Foom Berupaya Bantu...
Foom Berupaya Bantu Perokok Beralih ke Cara yang Lebih Aman
Pelaku IHT Duga Ada...
Pelaku IHT Duga Ada Tekanan Pihak Tertentu Soal Kenaikan Cukai Rokok
Pemerintah Diminta Lindungi...
Pemerintah Diminta Lindungi Industri Rokok Klembak Menyan
Menelisik Fenomena Rokok...
Menelisik Fenomena Rokok Ilegal
Berita Terkini
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
13 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
52 menit yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
1 jam yang lalu
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved