Aset BNI London tembus Rp9 T
Selasa, 25 Maret 2014 - 14:45 WIB
Aset BNI London tembus Rp9 T
A
A
A
Sindonews.com - BNI London hingga akhir tahun lalu memiliki aset sebesar USD791 juta atau sekitar Rp9 triliun. Dalam perjalanannya BNI London telah berhasil memberikan kontribusi positif terhadap keuntungan BNI dari hasil usahanya.
Sepanjang 2013, BNI London berhasil mengumpulkan fee dari transaksi trade finance sebesar USD474 ribu dari pelayanan letter of credit (LC).
"Sebagian besar dari LC itu ditujukan ke Indonesia, khususnya untuk mengimpor produk-produk Indonesia, berupa kayu dan turunannya dan juga beberapa produk tekstil dan fashion dari pengusaha di Indonesia," tutur Pemimpin BNI cabang London Nungki Indriaty dalam rilisnya, Selasa (25/3/2014).
Dia melanjutkan, trade finance merupakan sektor unggulan dari BNI London. BNI London telah membiayai sejumlah pengusaha Inggris, yang memiliki transaksi ekspor dan impor dengan pengusaha Indonesia. Sejumlah produk yang telah dibiayai impornya dari Indonesia adalah produk timber dan tekstil/fashion.
Dengan jaringan kantor BNI yang luas di dalam negeri dan didukung oleh Trade Processing BNI yang sudah sangat maju menjadikan BNI London memiliki sejumlah nasabah pengusaha Inggris yang sangat loyal, yang bahkan beberapa diantaranya telah menjadi nasabah sejak BNI London mulai beroperasi pada 1986.
Nungki menuturkan, BNI London mulai beroperasi pada 1985 sebagai kantor perwakilan. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 29 Desember 1986, BNI London secara resmi beroperasi sebagai kantor cabang. BNI London merupakan satu-satunya bank dari Indonesia yang memiliki lisensi sebagai kantor cabang di bawah otorisasi dan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan Inggris.
Sepanjang 2013, BNI London berhasil mengumpulkan fee dari transaksi trade finance sebesar USD474 ribu dari pelayanan letter of credit (LC).
"Sebagian besar dari LC itu ditujukan ke Indonesia, khususnya untuk mengimpor produk-produk Indonesia, berupa kayu dan turunannya dan juga beberapa produk tekstil dan fashion dari pengusaha di Indonesia," tutur Pemimpin BNI cabang London Nungki Indriaty dalam rilisnya, Selasa (25/3/2014).
Dia melanjutkan, trade finance merupakan sektor unggulan dari BNI London. BNI London telah membiayai sejumlah pengusaha Inggris, yang memiliki transaksi ekspor dan impor dengan pengusaha Indonesia. Sejumlah produk yang telah dibiayai impornya dari Indonesia adalah produk timber dan tekstil/fashion.
Dengan jaringan kantor BNI yang luas di dalam negeri dan didukung oleh Trade Processing BNI yang sudah sangat maju menjadikan BNI London memiliki sejumlah nasabah pengusaha Inggris yang sangat loyal, yang bahkan beberapa diantaranya telah menjadi nasabah sejak BNI London mulai beroperasi pada 1986.
Nungki menuturkan, BNI London mulai beroperasi pada 1985 sebagai kantor perwakilan. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 29 Desember 1986, BNI London secara resmi beroperasi sebagai kantor cabang. BNI London merupakan satu-satunya bank dari Indonesia yang memiliki lisensi sebagai kantor cabang di bawah otorisasi dan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan Inggris.
(rna)
Lihat Juga :