Antam bagikan dividen 22,5% dari laba 2013
Rabu, 26 Maret 2014 - 14:32 WIB
Antam bagikan dividen 22,5% dari laba 2013
A
A
A
Sindonews.com - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp92,2 miliar atau 22,5 persen dari laba bersih tahun buku 2013.
"Laba tahun berjalan yang bisa didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebagai dividen sebesar Rp92,2 miliar. Sementara per saham tahun buku 2013 adalah Rp9,67," jelas Direktur Utama ANTM Tato Miraza usai RUPST di gedung Antam, Jakarta, Rabu (26/3/2014).
Tato mengatakan, dalam RUPST tersebut pemegang saham juga menyetujui laba ditahan sejumlah Rp317,7 miliar atau 77,5 persen dari laba 2013.
"Laba ditahan sebanyak 77,5 persen karena perseroan saat ini sedang banyak melakukan ekspansi di beberapa tambang serta untuk pembangunan smelter dan pabrik alumina," katanya.
Pada tahun lalu, perusahaan tambang pelat merah ini mencatat penurunan laba hingga 86,29 persen menjadi Rp409,94 miliar dibanding 2012 sebesar Rp2,99 triliun.
Anjloknya laba bersih akibat meningkatnya beban, tidak adanya keuntungan atas penyesuaian nilai wajar dan dividen seperti tahun sebelumnya.
Penjualan perseroan sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp11,3 triliun atau naik 8,13 persen dibanding 2012 senilai Rp10,45 triliun. Naiknya penjualan diikuti naiknya beban pokok penjualan menjadi Rp9,68 triliun dari Rp8,43 triliun.
Perseroan juga mencatat kerugian entitas asosiasi dan pengendalian bersama sebesar Rp181,01 miliar dari tahun sebelumnya yang mencatat untung Rp115,1 miliar.
Di samping itu, ANTM tidak mendapat keuntungan atas penyesuaian nilai wajar di tahun ini, di mana pada tahun lalu membukukan keuntungan mencapai Rp2,48 triliun. Selain itu, perseroan pada tahun lalu tidak mendapat dividen, dibanding tahun sebelumnya memperoleh dividen senilai Rp375,43 miliar dari PT Nusa Halmahera Mineral.
"Laba tahun berjalan yang bisa didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebagai dividen sebesar Rp92,2 miliar. Sementara per saham tahun buku 2013 adalah Rp9,67," jelas Direktur Utama ANTM Tato Miraza usai RUPST di gedung Antam, Jakarta, Rabu (26/3/2014).
Tato mengatakan, dalam RUPST tersebut pemegang saham juga menyetujui laba ditahan sejumlah Rp317,7 miliar atau 77,5 persen dari laba 2013.
"Laba ditahan sebanyak 77,5 persen karena perseroan saat ini sedang banyak melakukan ekspansi di beberapa tambang serta untuk pembangunan smelter dan pabrik alumina," katanya.
Pada tahun lalu, perusahaan tambang pelat merah ini mencatat penurunan laba hingga 86,29 persen menjadi Rp409,94 miliar dibanding 2012 sebesar Rp2,99 triliun.
Anjloknya laba bersih akibat meningkatnya beban, tidak adanya keuntungan atas penyesuaian nilai wajar dan dividen seperti tahun sebelumnya.
Penjualan perseroan sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp11,3 triliun atau naik 8,13 persen dibanding 2012 senilai Rp10,45 triliun. Naiknya penjualan diikuti naiknya beban pokok penjualan menjadi Rp9,68 triliun dari Rp8,43 triliun.
Perseroan juga mencatat kerugian entitas asosiasi dan pengendalian bersama sebesar Rp181,01 miliar dari tahun sebelumnya yang mencatat untung Rp115,1 miliar.
Di samping itu, ANTM tidak mendapat keuntungan atas penyesuaian nilai wajar di tahun ini, di mana pada tahun lalu membukukan keuntungan mencapai Rp2,48 triliun. Selain itu, perseroan pada tahun lalu tidak mendapat dividen, dibanding tahun sebelumnya memperoleh dividen senilai Rp375,43 miliar dari PT Nusa Halmahera Mineral.
(rna)
Lihat Juga :