PGN revisi target pemakai gas rumah tangga
Rabu, 26 Maret 2014 - 18:02 WIB
PGN revisi target pemakai gas rumah tangga
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) merevisi jumlah pelanggan yang dialiri gas di rumah tangga. jika rencana awal mentargetkan 900 pelanggan, kali ini naik menjadi 2000 hingga 2.500 pelanggan untuk tahun ini.
“Kita ada revisi target pelanggan, kalau awal tahun 900 pelanggan sekarang dinaikan menjadi 2000 hingga 2.500 pelanggan,” kata Manager Humas PTPGN SBU Wilayah Distribusi II Jatim, Krisdyan Widagdo, Rabu (26/3/2014).
Revisi target dilakukan seiring dengan program PGN pusat untuk penyambungan gas RT sebanyak satu juta pelanggan secara nasional yang dikemas dalam program ‘PGN Sayang Ibu’. Selain itu, program ini dilakukan sebagai upaya untuk mempermudah masyarakat mendapatkan energi baru yang lebih murah, PGN akan terus melakukan penyambungan gas Rumah Tangga (RT).
Penyambungan gas RT ini akan selalu mengikuti pengembangan jaringan pipa gas industri. Saat ini, PGN tengah melakukan pembangunan jaringan pipa transmisi ke wilayah utara, dari Gresik ke Tuban. Tahap awal, pembangunan jaringan pipa transmisi tersebut akan dibangun sepanjang 20 kilometer dari Gresik hingga Tuban.
“Penyambungan pipa gas ke pelanggan RT ini akan terus dilakukan seiring dengan penambahan jaringan pipa. Untuk detailnya dimana saja, kami sedang membahasnya," ujar Dodo panggilan Krisdyan Widagdo di Surabaya, Rabu (26/3/2014).
Ia mengaku, PGN akan terus berkomitmen melakukan percepatan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi. Hingga saat ini, total pelanggan PGN di sektor rumah tangga menduduki peringkat terbesar, mencapai 13.131 pelanggan, dengan perincian di Surabaya mencapai 9.844 pelanggan dan Sidoarjo 3.212 pelanggan. Dengan penambahan tersebut, diharapkan pada akhir 2014 total jumlah pelanggan gas RT mencapai 15.631 pelanggan.
Sementara itu, di Jakarta kemarin, tepatnya di Perumnas Klender Jakarta Timur, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah meluncurkan Program PGN Sayang Ibu. Program PGN Sayang Ibu adalah program pemasangan satu juta sambungan gas rumah tangga di seluruh Indonesia yang dilaksanakan oleh PGN. Program tersebut dimulai tahun ini dan berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya.
Upaya perluasan pemanfaatan gas bumi di sektor rumah tangga ini, sejalan dengan visi Menteri BUMN Dahlan Iskan di dalam pengelolaan energi nasional, di mana ke depan gas bumi harus bisa diproyeksikan sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM). Sebab, potensi gas Indonesia lebih besar dari minyak mentah.
Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso mengatakan bahwa Program PGN Sayang Ibu diluncurkan untuk mempercepat penyaluran gas bumi ke rumah tangga.
"Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, pemanfaatan gas bumi merupakan solusi yang paling tepat. Sebagai energi baik, gas bumi sangat aman, murah dan ramah lingkungan, sangat cocok untuk energi keluarga Indonesia," kata Hendi.
Selama puluhan tahun PGN beroperasi, belum pernah ada laporan mengenai kecelakaan yang terjadi pada pelanggan rumah tangga. Dari sisi harga, gas bumi PGN lebih terjangkau. Sebagai perbandingan, sebuah rumah tangga yang menggunakan satu tabung elpiji 12 kilogram dengan harga sekitar Rp100.000, bila menggunakan gas bumi PGN hanya membayar kurang lebih Rp40.000.
Dengan penghematan tersebut, maka industri rumahan juga akan sangat tertolong dan berkembang. Selain itu gas bumi juga produk nasional dari dalam perut bumi Indonesia. Ini berbeda dengan elpiji yang sebagian besar masih diimpor.
Rumah tangga adalah pelanggan terbesar PGN. Saat ini PGN melayani sekitar 100 ribu pelanggan rumah tangga. Dalam rangka program pemasangan satu juta unit rumah tangga itu, tahun ini PGN mengidentifikasi penambahan sekitar 10 ribu sambungan baru di wilayah Jabodetabek.
Jumlah tersebut bisa bertambah secara signifikan apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak yang memungkinkan PGN mempercepat penyediaan infrastrukturnya. Mulai dari masyarakat, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, baik itu dalam hal kemudahan perijinan maupun kepastian alokasi gas bumi.
“Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi katalis utama bagi percepatan pemerataan penggunaan gas bumi bagi masyarakat," kata Hendi Prio Santoso.
Rumah tangga adalah salah satu sektor pelanggan PGN. Sektor lainnya adalah industri, komersial, usaha kecil menengah dan lainnya. Penyaluran gas bumi ke pelanggan baru baik itu ke rumah tangga maupun industri dan usaha kecil merupakan upaya percepatan konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas.
“Kita ada revisi target pelanggan, kalau awal tahun 900 pelanggan sekarang dinaikan menjadi 2000 hingga 2.500 pelanggan,” kata Manager Humas PTPGN SBU Wilayah Distribusi II Jatim, Krisdyan Widagdo, Rabu (26/3/2014).
Revisi target dilakukan seiring dengan program PGN pusat untuk penyambungan gas RT sebanyak satu juta pelanggan secara nasional yang dikemas dalam program ‘PGN Sayang Ibu’. Selain itu, program ini dilakukan sebagai upaya untuk mempermudah masyarakat mendapatkan energi baru yang lebih murah, PGN akan terus melakukan penyambungan gas Rumah Tangga (RT).
Penyambungan gas RT ini akan selalu mengikuti pengembangan jaringan pipa gas industri. Saat ini, PGN tengah melakukan pembangunan jaringan pipa transmisi ke wilayah utara, dari Gresik ke Tuban. Tahap awal, pembangunan jaringan pipa transmisi tersebut akan dibangun sepanjang 20 kilometer dari Gresik hingga Tuban.
“Penyambungan pipa gas ke pelanggan RT ini akan terus dilakukan seiring dengan penambahan jaringan pipa. Untuk detailnya dimana saja, kami sedang membahasnya," ujar Dodo panggilan Krisdyan Widagdo di Surabaya, Rabu (26/3/2014).
Ia mengaku, PGN akan terus berkomitmen melakukan percepatan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi. Hingga saat ini, total pelanggan PGN di sektor rumah tangga menduduki peringkat terbesar, mencapai 13.131 pelanggan, dengan perincian di Surabaya mencapai 9.844 pelanggan dan Sidoarjo 3.212 pelanggan. Dengan penambahan tersebut, diharapkan pada akhir 2014 total jumlah pelanggan gas RT mencapai 15.631 pelanggan.
Sementara itu, di Jakarta kemarin, tepatnya di Perumnas Klender Jakarta Timur, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah meluncurkan Program PGN Sayang Ibu. Program PGN Sayang Ibu adalah program pemasangan satu juta sambungan gas rumah tangga di seluruh Indonesia yang dilaksanakan oleh PGN. Program tersebut dimulai tahun ini dan berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya.
Upaya perluasan pemanfaatan gas bumi di sektor rumah tangga ini, sejalan dengan visi Menteri BUMN Dahlan Iskan di dalam pengelolaan energi nasional, di mana ke depan gas bumi harus bisa diproyeksikan sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM). Sebab, potensi gas Indonesia lebih besar dari minyak mentah.
Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso mengatakan bahwa Program PGN Sayang Ibu diluncurkan untuk mempercepat penyaluran gas bumi ke rumah tangga.
"Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, pemanfaatan gas bumi merupakan solusi yang paling tepat. Sebagai energi baik, gas bumi sangat aman, murah dan ramah lingkungan, sangat cocok untuk energi keluarga Indonesia," kata Hendi.
Selama puluhan tahun PGN beroperasi, belum pernah ada laporan mengenai kecelakaan yang terjadi pada pelanggan rumah tangga. Dari sisi harga, gas bumi PGN lebih terjangkau. Sebagai perbandingan, sebuah rumah tangga yang menggunakan satu tabung elpiji 12 kilogram dengan harga sekitar Rp100.000, bila menggunakan gas bumi PGN hanya membayar kurang lebih Rp40.000.
Dengan penghematan tersebut, maka industri rumahan juga akan sangat tertolong dan berkembang. Selain itu gas bumi juga produk nasional dari dalam perut bumi Indonesia. Ini berbeda dengan elpiji yang sebagian besar masih diimpor.
Rumah tangga adalah pelanggan terbesar PGN. Saat ini PGN melayani sekitar 100 ribu pelanggan rumah tangga. Dalam rangka program pemasangan satu juta unit rumah tangga itu, tahun ini PGN mengidentifikasi penambahan sekitar 10 ribu sambungan baru di wilayah Jabodetabek.
Jumlah tersebut bisa bertambah secara signifikan apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak yang memungkinkan PGN mempercepat penyediaan infrastrukturnya. Mulai dari masyarakat, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, baik itu dalam hal kemudahan perijinan maupun kepastian alokasi gas bumi.
“Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi katalis utama bagi percepatan pemerataan penggunaan gas bumi bagi masyarakat," kata Hendi Prio Santoso.
Rumah tangga adalah salah satu sektor pelanggan PGN. Sektor lainnya adalah industri, komersial, usaha kecil menengah dan lainnya. Penyaluran gas bumi ke pelanggan baru baik itu ke rumah tangga maupun industri dan usaha kecil merupakan upaya percepatan konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas.
(gpr)
Lihat Juga :