Kebutuhan BBM di Jateng-DIY naik selama kampanye
Rabu, 26 Maret 2014 - 18:20 WIB
Kebutuhan BBM di Jateng-DIY naik selama kampanye
A
A
A
Sindonews.com - Jadwal kampaye terbuka pemilu legislatif yang sudah dimulai sejak 15 Maret dan akan berakhir 5 April, membuat kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan.
Berdasarkan data dari PT Pertamina Region IV Jateng-DIY sejak 16 Maret sudah terjadi kenaikan kebutuhan BBM dibandingkan hari-hari normal biasa. Kenaikan konsumsi terjadi di semua jenis BBM, mulai premium, solar dan pertamax.
Assiaten Manager External Relation PT Pertamina Region IV Jateng-DIY, Roberth MV Dumatubun kepada Koran Sindo Jateng mengungkapkan, berdasarkan data mulai 16 Maret sampai 23 Maret, untuk jenis premium di Jateng terjadi kenaikan 2,6 persen dari hari biasa.
Sementara, di Yogyakarta terjadi kenaikan 3 persen. "Kalau dibuat rata-rata di Jateng dan DIY untuk premium terjadi kenaikan sekitar 2,6 persen," ujarnya, Rabu (26/3/2014).
Sementara, untuk BBM jenis solar di Jawa Tengah rata-rata naik 4 persen per hari. Namun untuk Yogyakarta justru mengalami penurunan hingga 2 persen dari konsumsi harian. Sementara, jenis pertamax jika dibandingkan konsumsi harian normal, dengan masa kampaye juga mengalami peningkatan.
Di Jateng konsumsi harian jenis pertamax sekitar 128 Kilo liter (kl) per hari, pada masa kampaye naik menjadi 136 kl atau naik sekitar 7 persen. Sementara, di Yogyakarta yang kebutuhan harian normal sekitar 28 kl kini naik menjadi 33 kl atau naik sekitar 15 persen.
Robert mengaku, kenaikan yang terjadi tidak merata. Satu daerah dengan daerah lain jumlahnya berbeda-beda. "Kenaikan terjadi bila di daerah itu ada kampaye yang melibatkan masa banyak, tetapi kalau tidak ada, konsumsi BBM-nya normal," kata dia.
Meski terjadi kenaikan konsumsi BBM, namun hal ini masih dalam hitungan normal dan belum mengganggu distribusi BBM. Diapun menegaskan, meski terjadi kenaikan, stok BBM masih aman. "Sampai saat ini suplai tetap aman dan tersalurkan walaupun ada kenaikan dari per harinya secara rata-rata," ujarnya.
Meski kenaikan konsumsi BBM masih belum menggangu stok BBM, namun Pertamina tetap mengimbau agar selama masa kampaye dan menjelang pemilu, masyarakat dan pelaku kampaye untuk tetap menghemat BBM. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi over konsumsi yang bisa menyebabkan kelangkaan BBM.
Salah satu yang bisa dilakukan untuk menghemat BBM selama musim kampaye adalah mengkoordinir peserta kampanye dengan angkutan masal, tidak melakukan konvoi sepeda motor secara berlebihan dan menggunakan BBM non Subsidi.
Berdasarkan data dari PT Pertamina Region IV Jateng-DIY sejak 16 Maret sudah terjadi kenaikan kebutuhan BBM dibandingkan hari-hari normal biasa. Kenaikan konsumsi terjadi di semua jenis BBM, mulai premium, solar dan pertamax.
Assiaten Manager External Relation PT Pertamina Region IV Jateng-DIY, Roberth MV Dumatubun kepada Koran Sindo Jateng mengungkapkan, berdasarkan data mulai 16 Maret sampai 23 Maret, untuk jenis premium di Jateng terjadi kenaikan 2,6 persen dari hari biasa.
Sementara, di Yogyakarta terjadi kenaikan 3 persen. "Kalau dibuat rata-rata di Jateng dan DIY untuk premium terjadi kenaikan sekitar 2,6 persen," ujarnya, Rabu (26/3/2014).
Sementara, untuk BBM jenis solar di Jawa Tengah rata-rata naik 4 persen per hari. Namun untuk Yogyakarta justru mengalami penurunan hingga 2 persen dari konsumsi harian. Sementara, jenis pertamax jika dibandingkan konsumsi harian normal, dengan masa kampaye juga mengalami peningkatan.
Di Jateng konsumsi harian jenis pertamax sekitar 128 Kilo liter (kl) per hari, pada masa kampaye naik menjadi 136 kl atau naik sekitar 7 persen. Sementara, di Yogyakarta yang kebutuhan harian normal sekitar 28 kl kini naik menjadi 33 kl atau naik sekitar 15 persen.
Robert mengaku, kenaikan yang terjadi tidak merata. Satu daerah dengan daerah lain jumlahnya berbeda-beda. "Kenaikan terjadi bila di daerah itu ada kampaye yang melibatkan masa banyak, tetapi kalau tidak ada, konsumsi BBM-nya normal," kata dia.
Meski terjadi kenaikan konsumsi BBM, namun hal ini masih dalam hitungan normal dan belum mengganggu distribusi BBM. Diapun menegaskan, meski terjadi kenaikan, stok BBM masih aman. "Sampai saat ini suplai tetap aman dan tersalurkan walaupun ada kenaikan dari per harinya secara rata-rata," ujarnya.
Meski kenaikan konsumsi BBM masih belum menggangu stok BBM, namun Pertamina tetap mengimbau agar selama masa kampaye dan menjelang pemilu, masyarakat dan pelaku kampaye untuk tetap menghemat BBM. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi over konsumsi yang bisa menyebabkan kelangkaan BBM.
Salah satu yang bisa dilakukan untuk menghemat BBM selama musim kampaye adalah mengkoordinir peserta kampanye dengan angkutan masal, tidak melakukan konvoi sepeda motor secara berlebihan dan menggunakan BBM non Subsidi.
(izz)
Lihat Juga :