Setelah tujuh tahun, akhirnya AGRO bagi dividen
Kamis, 27 Maret 2014 - 13:16 WIB
Setelah tujuh tahun, akhirnya AGRO bagi dividen
A
A
A
Sindonews.com – PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO) Tbk akhirnya bisa melakukan pembagian dividen kepada pemegang sahamnya setelah selama tujuh tahun tidak pernah membagikan dividen.
Pencapaian ini telah disepakati oleh manajemen dan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Menara Great River, Kuningan, Jakarta, Kamis (27/3/2014).
Direktur Operasional dan Keuangan BRI AGRO, Sudarmin Sjamsoe mengatakan, tahun ini akhirnya perusahaan bisa keluar dari rugi kumulatif dan bisa membagi dividen dengan persentase sebesar 20 persen dari laba bersih setelah pencadangan. Selain pembagian dividen, laba bersih juga akan dibukukan sebagai laba ditahan.
“Sudah tujuh tahun lebih perusahaan ini tidak bagi dividen. Alhamdulillah akhirnya kita bisa bagi sebesar 20 persen dari laba bersih, atau sekitar Rp1,37948 per lembar saham,” ungkapnya, Kamis (27/3/2014).
Menurutnya, pembagian dividen ini memang belum terlalu banyak namun Sudarmin mengistilahkan tahap ini adalah tahap pecah telor dari BRI AGRO. Para pemegang saham pun sangat antusias dengan hal ini. Dia berharap dengan pembagian dividen ini, harga saham akan bisa lebih diminati oleh masyarakat.
“Bisa juga kita harapkan dengan bagi dividen, harga saham kita bisa lebih diminati oleh masyarakat. Karena bank ini punya prospek,” pungkasnya.
Sebagai catatan, laba bersih BRI AGRO hingga akhir 2013 melonjak 58,78 persen menjadi Rp52,44 miliar. Pada 2012 perolehan laba bersih hanya mencapai Rp33,03 miliar.
Pencapaian ini telah disepakati oleh manajemen dan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Menara Great River, Kuningan, Jakarta, Kamis (27/3/2014).
Direktur Operasional dan Keuangan BRI AGRO, Sudarmin Sjamsoe mengatakan, tahun ini akhirnya perusahaan bisa keluar dari rugi kumulatif dan bisa membagi dividen dengan persentase sebesar 20 persen dari laba bersih setelah pencadangan. Selain pembagian dividen, laba bersih juga akan dibukukan sebagai laba ditahan.
“Sudah tujuh tahun lebih perusahaan ini tidak bagi dividen. Alhamdulillah akhirnya kita bisa bagi sebesar 20 persen dari laba bersih, atau sekitar Rp1,37948 per lembar saham,” ungkapnya, Kamis (27/3/2014).
Menurutnya, pembagian dividen ini memang belum terlalu banyak namun Sudarmin mengistilahkan tahap ini adalah tahap pecah telor dari BRI AGRO. Para pemegang saham pun sangat antusias dengan hal ini. Dia berharap dengan pembagian dividen ini, harga saham akan bisa lebih diminati oleh masyarakat.
“Bisa juga kita harapkan dengan bagi dividen, harga saham kita bisa lebih diminati oleh masyarakat. Karena bank ini punya prospek,” pungkasnya.
Sebagai catatan, laba bersih BRI AGRO hingga akhir 2013 melonjak 58,78 persen menjadi Rp52,44 miliar. Pada 2012 perolehan laba bersih hanya mencapai Rp33,03 miliar.
(gpr)
Lihat Juga :