Momentum pas, saham perdana Wika Beton bakal laku
Kamis, 27 Maret 2014 - 16:42 WIB
Momentum pas, saham perdana Wika Beton bakal laku
A
A
A
Sindonews.com - Dengan harga penawaran Rp590 per saham, PT WIKA Beton diyakini mampu menggaet pasar untuk menyerap saham yang dilepas perseroan dalam penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Director Head of Equity Capital Market Mandiri Sekuritas Ridwan Pranata mengatakan, Price Earning Ratio (PER) WIKA Beton barada pada angka 8 kali. Artinya, saham perseroan ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau.
"PER 8 kali, harga tidak kemahalan, tidak kemurahan juga, paslah," kata Ridwan saat ditemui Sindonews, Kamis (27/3/2014).
Ridwan menambahkan, Wika Beton tergolong calon emiten yang dinanti oleh pasar. Hal ini karena prospek bisnisnya yang cukup positif di tengah menggeliatnya industri infrstruktur dan properti di Tanah Air.
"WIKA Beton itu kan cash count buat WIKA (PT Wijaya Karya Tbk), prospeknya sangat bagus. Sudah gitu, ini bisa dibilang emiten paling bagus yang IPO tahun ini mengambil momentum sebelum pemilu, kan kita tidak tahu kondisi setelah pemilu seperti apa. Jadi sudah barangnya bagus, momentumnya pas, WIKA Beton ditunggu banget, ini saja sudah oversubscribe 12 kali," tutur dia.
Sekedar informasi, Wika beton akan melepas 2,04 miliar lembar saham atau 23,47 persen saham ke publik pada saat IPO, dengan harga Rp590 per saham. Dengan demikian, dana hasil IPO sebesar Rp1,2 triliun.
Dana IPO dialokasikan sekitar 85 persen untuk ekspansi usaha, diantaranya pembangunan pabrik beton pracetak di Lampung, CIlegon dan Makassar. Sementara sisa dana sekitar 15 persen dialokasikan untuk penambahan modal kerja.
Dalam penerbitan saham perdana ini, perseroan dibantu oleh Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Sucorinvest Central Gani yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi.
Perseroan telah melaksanakan paparan publik pada 4 Maret 2014, dilanjutkan dengan roadshow domestik pada 5–7 Maret 2014 serta roadshow internasional pada 10–14 Maret 2014 di Kuala Lumpur, Singapura dan Hong Kong.
Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah diterima pada 26 Maret 2014, diikuti dengan penawaran umum pada 28 Maret-2 April 2014. Pada 8 April 2014, saham perseroan akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Director Head of Equity Capital Market Mandiri Sekuritas Ridwan Pranata mengatakan, Price Earning Ratio (PER) WIKA Beton barada pada angka 8 kali. Artinya, saham perseroan ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau.
"PER 8 kali, harga tidak kemahalan, tidak kemurahan juga, paslah," kata Ridwan saat ditemui Sindonews, Kamis (27/3/2014).
Ridwan menambahkan, Wika Beton tergolong calon emiten yang dinanti oleh pasar. Hal ini karena prospek bisnisnya yang cukup positif di tengah menggeliatnya industri infrstruktur dan properti di Tanah Air.
"WIKA Beton itu kan cash count buat WIKA (PT Wijaya Karya Tbk), prospeknya sangat bagus. Sudah gitu, ini bisa dibilang emiten paling bagus yang IPO tahun ini mengambil momentum sebelum pemilu, kan kita tidak tahu kondisi setelah pemilu seperti apa. Jadi sudah barangnya bagus, momentumnya pas, WIKA Beton ditunggu banget, ini saja sudah oversubscribe 12 kali," tutur dia.
Sekedar informasi, Wika beton akan melepas 2,04 miliar lembar saham atau 23,47 persen saham ke publik pada saat IPO, dengan harga Rp590 per saham. Dengan demikian, dana hasil IPO sebesar Rp1,2 triliun.
Dana IPO dialokasikan sekitar 85 persen untuk ekspansi usaha, diantaranya pembangunan pabrik beton pracetak di Lampung, CIlegon dan Makassar. Sementara sisa dana sekitar 15 persen dialokasikan untuk penambahan modal kerja.
Dalam penerbitan saham perdana ini, perseroan dibantu oleh Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Sucorinvest Central Gani yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi.
Perseroan telah melaksanakan paparan publik pada 4 Maret 2014, dilanjutkan dengan roadshow domestik pada 5–7 Maret 2014 serta roadshow internasional pada 10–14 Maret 2014 di Kuala Lumpur, Singapura dan Hong Kong.
Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah diterima pada 26 Maret 2014, diikuti dengan penawaran umum pada 28 Maret-2 April 2014. Pada 8 April 2014, saham perseroan akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
(rna)
Lihat Juga :