Ini strategi Citilink agar tetap berekspansi
Jum'at, 28 Maret 2014 - 17:18 WIB
Ini strategi Citilink agar tetap berekspansi
A
A
A
Sindonews.com - Maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) Citilink mengemukakan strateginya dalam pengembangan armada pesawat yang dimilikinya dalam forum "Airline fleet & Finance Summit Asia" di Singapura pada 25-26 Maret 2014.
Chief Financial Officer Citilink Indonesia, Albert Burhan mengemukakan, pihaknya menerapkan strategi kombinasi dalam pembiayaan armada pesawat Citilink untuk tetap bisa melakukan ekspansi bisnis dalam industri penerbangan.
"Sebagai salah satu budget airline besar di Indonesia yang akan terus menambah jumlah pesawatnya di masa depan. Pendanaan dari penambahan pesawat-pesawat tersebut diperoleh melalui 'sale & lease back', dan kombinasi antara pinjaman dari bank serta pembiayaan ekspor impor di masa depan," katanya, Jumat (28/3/2014).
Finance Summit juga diikuti maskapai Lufthansa, Citigroup dan sejumlah pabrikan pesawat terbang. Ini forum menyampaikan peluang-peluang yang muncul mengingat pertumbuhan market sangat tinggi dalam 10-15 tahun terakhir, yang memunculkan kebutuhan armada dalam jumlah besar.
Kebutuhan armada pesawat untuk kawasan Asia Pasifik jauh melebihi kawasan-kawasan lain di dunia, dan membutuhkan pendanaan dalam jumlah sangat besar. Namun, sejumlah risiko bear turut menghadang mulai dari infrastruktur, fluktuasi harga fuel, keselamatan, risiko dalam pembiayaan, keuangan, hingga mata uang asing.
Citilink saat ini memiliki 24 pesawat jenis A320 dan pada tahun ini akan kedatangan delapan pesawat baru dari jenis yang sama, dengan value senilai USD800 juta (list price). Pada 2013 Citilink mengangkut delapan juta penumpang dan di 2014 menargetkan 12 juta penumpang.
Chief Financial Officer Citilink Indonesia, Albert Burhan mengemukakan, pihaknya menerapkan strategi kombinasi dalam pembiayaan armada pesawat Citilink untuk tetap bisa melakukan ekspansi bisnis dalam industri penerbangan.
"Sebagai salah satu budget airline besar di Indonesia yang akan terus menambah jumlah pesawatnya di masa depan. Pendanaan dari penambahan pesawat-pesawat tersebut diperoleh melalui 'sale & lease back', dan kombinasi antara pinjaman dari bank serta pembiayaan ekspor impor di masa depan," katanya, Jumat (28/3/2014).
Finance Summit juga diikuti maskapai Lufthansa, Citigroup dan sejumlah pabrikan pesawat terbang. Ini forum menyampaikan peluang-peluang yang muncul mengingat pertumbuhan market sangat tinggi dalam 10-15 tahun terakhir, yang memunculkan kebutuhan armada dalam jumlah besar.
Kebutuhan armada pesawat untuk kawasan Asia Pasifik jauh melebihi kawasan-kawasan lain di dunia, dan membutuhkan pendanaan dalam jumlah sangat besar. Namun, sejumlah risiko bear turut menghadang mulai dari infrastruktur, fluktuasi harga fuel, keselamatan, risiko dalam pembiayaan, keuangan, hingga mata uang asing.
Citilink saat ini memiliki 24 pesawat jenis A320 dan pada tahun ini akan kedatangan delapan pesawat baru dari jenis yang sama, dengan value senilai USD800 juta (list price). Pada 2013 Citilink mengangkut delapan juta penumpang dan di 2014 menargetkan 12 juta penumpang.
(izz)
Lihat Juga :