Pasar obligasi pekan ini diprediksi positif
Senin, 31 Maret 2014 - 14:31 WIB
Pasar obligasi pekan ini diprediksi positif
A
A
A
Sindonews.com - Pasar obligasi pada pekan pertama April 2014 diprediksi masih akan positif seiring ekspektasi masih membaiknya sentimen dari dalam negeri.
Sekretaris Umum Forum Komunikasi Certified Securities Analyst (FK-CSA) Reza Priyambada berharap, dengan ekspekasi masih akan membaiknya sentimen domestik dapat memberi imbas positif bagi pasar obligasi, sehingga dapat melanjutkan penguatan.
"Terutama jika rilis inflasi dan neraca perdagangan sesuai dengan estimasi pelaku pasar atau melampauinya," kata dia, Senin (31/3/2014).
Selain itu, harapan masih akan terapresiasinya nilai rupiah diharapkan bisa mengimbangi rilis sejumlah data ekonomi dari luar Indonesia pada awal April 2014.
Menurut dia, masih adanya potensi penurunan pada imbal hasil (yield) obligasi jangka panjang mampu mendorong laju pasar obligasi melanjutkan kenaikannya. Namun, dia mengingatkan untuk mewaspadai jika rilis data tersebut tidak sesuai ekspektasi.
Di samping itu, Reza juga menyarankan untuk memperhatikan lelang pekan ini, yakni lelang seri SPN03140703, SPN12150403, FR0069, FR0070 dan FR0068, dengan jumlah indikatif mencapai Rp8 triliun.
Pada pekan lalu, pemerintah telah melaksanakan lelang pembelian kembali surat utang negara (SUN) dengan cara penukaran (debt switch) senilai Rp3,42 triliun. Jumlah itu di bawah nilai surat utang yang ditawarkan peserta lelang sebesar Rp4,89 triliun.
Kendati demikian, lelang pekan lalu lebih tinggi dibanding sebelumnya. Lelang tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed), yang menunjukkan tingginya minat pelaku pasar di tengah stabilnya kondisi pasar dan makroekonomi Indoensia, meski sempat diterpa aksi jual pasca pertemuan the Fed.
Sementara beberapa obligasi yang dipertukarkan karena mendekati jatuh tempo, antara lain FR0026 yang akan jatuh tempo Oktober 2014 ditukar dengan FR0068 dan FR0070, dengan masa jatuh tempo masing-masing pada 2034 dan 2024. Selain itu, FR0028 yang akan jatuh tempo pada Juli 2017 ditukarkan dengan FR0068, FR0069, FR0070 dan FR0071 yang akan jatuh tempo pada 2034, 2019, 2024 dan 2029.
"Dengan respon positif pelaku pasar, maka yield yang diminta pun masih lebih rendah dari lelang sebelumnya," ujar dia.
Sekretaris Umum Forum Komunikasi Certified Securities Analyst (FK-CSA) Reza Priyambada berharap, dengan ekspekasi masih akan membaiknya sentimen domestik dapat memberi imbas positif bagi pasar obligasi, sehingga dapat melanjutkan penguatan.
"Terutama jika rilis inflasi dan neraca perdagangan sesuai dengan estimasi pelaku pasar atau melampauinya," kata dia, Senin (31/3/2014).
Selain itu, harapan masih akan terapresiasinya nilai rupiah diharapkan bisa mengimbangi rilis sejumlah data ekonomi dari luar Indonesia pada awal April 2014.
Menurut dia, masih adanya potensi penurunan pada imbal hasil (yield) obligasi jangka panjang mampu mendorong laju pasar obligasi melanjutkan kenaikannya. Namun, dia mengingatkan untuk mewaspadai jika rilis data tersebut tidak sesuai ekspektasi.
Di samping itu, Reza juga menyarankan untuk memperhatikan lelang pekan ini, yakni lelang seri SPN03140703, SPN12150403, FR0069, FR0070 dan FR0068, dengan jumlah indikatif mencapai Rp8 triliun.
Pada pekan lalu, pemerintah telah melaksanakan lelang pembelian kembali surat utang negara (SUN) dengan cara penukaran (debt switch) senilai Rp3,42 triliun. Jumlah itu di bawah nilai surat utang yang ditawarkan peserta lelang sebesar Rp4,89 triliun.
Kendati demikian, lelang pekan lalu lebih tinggi dibanding sebelumnya. Lelang tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed), yang menunjukkan tingginya minat pelaku pasar di tengah stabilnya kondisi pasar dan makroekonomi Indoensia, meski sempat diterpa aksi jual pasca pertemuan the Fed.
Sementara beberapa obligasi yang dipertukarkan karena mendekati jatuh tempo, antara lain FR0026 yang akan jatuh tempo Oktober 2014 ditukar dengan FR0068 dan FR0070, dengan masa jatuh tempo masing-masing pada 2034 dan 2024. Selain itu, FR0028 yang akan jatuh tempo pada Juli 2017 ditukarkan dengan FR0068, FR0069, FR0070 dan FR0071 yang akan jatuh tempo pada 2034, 2019, 2024 dan 2029.
"Dengan respon positif pelaku pasar, maka yield yang diminta pun masih lebih rendah dari lelang sebelumnya," ujar dia.
(rna)
Lihat Juga :