ROTI targetkan kenaikan penjualan 25%
Senin, 31 Maret 2014 - 17:49 WIB
ROTI targetkan kenaikan penjualan 25%
A
A
A
Sindonews.com - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menargetkan pertumbuhan penjualan tahun ini sekitar 20-25 persen dari tahun lalu.
Pada 2013 perseroan mencatat total penjualan sebesar Rp1,5 triliun dari periode yang sama 2012 Rp1,1 triliun. Public Relations ROTI Stephen Orlando mengatakan, target penjualan 2014 meningkat 20-25 persen dari tahun sebelumnya.
Target ini untuk mengantisipasi jika kondisi sosial dan ekonomi pada 2014 bergejolak seperti tahun lalu. "Industri roti 2014 masih memiliki potensi yang sangat baik," kata dia saat dihubungi, Senin (31/3/2014).
Meski demikian, dia mengaku pada tahun ini perseroan tidak berencana membangun pabrik baru. Karena pihaknya menganggap fasilitas gedung pabrik masih memadai.
Namun, perseroan mencadangkan belanja modal sekitar Rp120 miliar untuk biaya perbaikan dan pemeliharaan. Dana tersebut dianggarkan dari kas internal perseroan.
Pada tahun lalu, laba bersih ROTI tumbuh tipis 5,9 persen dari Rp149,15 miliar menjadi Rp158,01 miliar. Pertumbuhan laba tersebut tertekan oleh naiknya beban pokok penjualan yang mencapai 27,2 persen dari Rp634,41 miliar menjadi Rp806,91 miliar.
Sementara, kas dan setara kas perseroan naik hingga 167 persen dari Rp37,87 miliar di awal 2013 menjadi Rp101,14 miliar per akhir tahun lalu.
Pada 2013 perseroan mencatat total penjualan sebesar Rp1,5 triliun dari periode yang sama 2012 Rp1,1 triliun. Public Relations ROTI Stephen Orlando mengatakan, target penjualan 2014 meningkat 20-25 persen dari tahun sebelumnya.
Target ini untuk mengantisipasi jika kondisi sosial dan ekonomi pada 2014 bergejolak seperti tahun lalu. "Industri roti 2014 masih memiliki potensi yang sangat baik," kata dia saat dihubungi, Senin (31/3/2014).
Meski demikian, dia mengaku pada tahun ini perseroan tidak berencana membangun pabrik baru. Karena pihaknya menganggap fasilitas gedung pabrik masih memadai.
Namun, perseroan mencadangkan belanja modal sekitar Rp120 miliar untuk biaya perbaikan dan pemeliharaan. Dana tersebut dianggarkan dari kas internal perseroan.
Pada tahun lalu, laba bersih ROTI tumbuh tipis 5,9 persen dari Rp149,15 miliar menjadi Rp158,01 miliar. Pertumbuhan laba tersebut tertekan oleh naiknya beban pokok penjualan yang mencapai 27,2 persen dari Rp634,41 miliar menjadi Rp806,91 miliar.
Sementara, kas dan setara kas perseroan naik hingga 167 persen dari Rp37,87 miliar di awal 2013 menjadi Rp101,14 miliar per akhir tahun lalu.
(izz)
Lihat Juga :