Wall Street awal April berakhir menguat

Selasa, 01 April 2014 - 08:58 WIB
Wall Street awal April...
Wall Street awal April berakhir menguat
A A A
Sindonews.com - Saham-saham Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir menguat setelah Gubernur the Fed Janet Yellen menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga acuan yang datang lebih awal telah mereda.

Dalam pidato pertamanya sejak menjadi Gubernur the Fed dua bulan lalu, Yellen mengatakan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat memiliki komitmen yang luar biasa untuk meningkatkan perekonomian dalam beberapa waktu ke depan.

Awal bulan ini, Yellen menyatakan bahwa periode batas akhir program pelonggaran kuantitatif Fed dan kenaikan suku bunga acuan pertama bisa enam bulan atau lebih cepat dari perkiraan.

"Apa yang dilakukan Yellen hari ini adalah untuk mengurangi kebingungan dan memberikan kejelasan. Ketika tidak ada kekhawatiran tentang pengetatan Fed, pasar saham bisa bernapas lega," kata Strategi Pasar Global JP Morgan Asset Management Joseph Tanious seperti dilansir dari Reuters, Selasa (1/4/2014).

Sebanyak sembilan dari 10 sektor di indeks S&P 500 menguat. Sekitar 73 persen saham yang diperdagangakan di Bursa Efek New York dan Nasdaq ditututp lebih tinggi. Sektor material di indeks S&P 500 memimpin kenaikan, dengan penguatan mencapai 2,1 persen dan sektor utilitas terkerek 1,3 persen.

Saham teknologi dan keuangan yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi juga melonjak pada perdagangan perdana bulan April. Saham Micron Tech (MU.O) melonjak 8 persen menjadi USD23,66, Oracle Corp (ORCL.N) naik 3,4 persen menjadi USD40,91.

Sementara indeks bioteknologi Nasdaq melonjak 3 persen setelah menurun 7 persen pada pekan lalu. Saham Vertex Pharmaceuticals (VRTX.O) naik 4,3 persen menjadi USD70,72 dan Biogen Idec (BIIB.O) bertambah 4 persen menjadi USD305,87.

Indeks Dow Jones berakhir melonjak 134,60 poin atau 0,82 persen menjadi 16.457,66; Indeks S&P 500 naik 14,72 poin atau 0,79 persen menjadi 1.872,34 dan Nasdaq naik 43,24 poin atau 1,04 persen menjadi 4.198,99.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
6 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
7 jam yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
7 jam yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
9 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
10 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
11 jam yang lalu
Infografis
Libur Lebaran 28 Maret-1...
Libur Lebaran 28 Maret-1 April 2025, Waspadai Banjir Rob Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved