Wall Street kembali menguat dipicu data ekonomi

Rabu, 02 April 2014 - 08:48 WIB
Wall Street kembali...
Wall Street kembali menguat dipicu data ekonomi
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat ditutup menguat untuk kali ketiganya secara berturut-turut didukung positifnya data aktivitas pabrik.

Positifnya data tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi pasca musim dingin yang ekstrim. Saham sektor konsumen memimpin keuntungan tertinggi, dengan kenaikan 1,4 persen. Begitu juga dengan sektor teknologi yang melonjak 1,3 persen.

Sementara saham sektor perumahan terkerek 1,6 persen. Sedangkan indeks bioteknologi Nasdaq bertambah 2,1 persen dan indeks transportasi Dow Jones menguat 0,9 persen.

The Institute for Supply Management (ISM) menyatakan bahwa indeks aktivitas pabrik nasional pada Maret melonjak 53,7. Namun, masih di bawah perkiraan rata-rata sebesar 54,0.

"Ada bau musim semi dalam data ekonomi, yang berarti kita memulai kuartal kedua dengan tanda-tanda bahwa ekonomi akan mempertahankan pertumbuhan yang wajar dan akan terus mendukung pasar," kata Kepala Strategi Investasi Northern Trust Global Investments Jim McDonald seperti dilansir Reuters, Rabu (2/4/2014).

Dia menuturkan, kenaikan saham sektor konsumen dan perumahan menunjukkan kekuatan ekonomi. Sementara kenaikan saham sektor biotek menunjukkan peningkatan risk appetite.

Saham Ford Motor Co (F.N) melonjak 4,6 persen menjadi USD16,32,
sedangkan saham General Motors Co (GM.N) merosot 0,2 persen menjadi USD34,34.

Adapun saham Google Inc (GOOG.O) naik 1,8 persen menjadi USD1,134.89 dan Microsoft Corp (MSFT.O) bertambah 1 persen menjadi USD41,42. Saham Cisco Systems (CSCO.O) melonjak 3,9 persen menjadi USD23,10.

Indeks Dow Jones berakhir naik 74,95 poin atau 0,46 persen menjadi 16.532,61; indeks S&P 500 naik 13,18 poin atau 0,70 persen menjadi 1.885,52 dan Nasdaq menguat 69,05 poin atau 1,64 persen menjadi 4.268,04.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
16 menit yang lalu
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
4 jam yang lalu
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
4 jam yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
5 jam yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
5 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved