Pengusaha muda Jakarta minta minimarket dibatasi

Rabu, 02 April 2014 - 15:28 WIB
Pengusaha muda Jakarta...
Pengusaha muda Jakarta minta minimarket dibatasi
A A A
Sindonews.com - Wirausahawan muda Jakarta, Muhamad Idrus menengarai ketimpangan ekonomi di Ibukota semakin parah akibat praktik kebijakan tak memihak rakyat.

"Kita bisa lihat gejala maraknya toko retail modern hingga pelosok kampung. Sementara, warung tradisional banyak yang gulung tikar. Hal itu menambah parah pengangguran di Ibukota," ujar Idrus dalam dialog dengan warga Tugu Permai, Koja, Jakarta Utara (2/4/2014).

Ketua Umum BPP Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Indonesia itu merujuk data perkembangan retail modern seperti Indomaret dan Alfamart yang menggurita. Saat ini ada sekitar 10.600 gerai Indomaret di seluruh Indonesia, 488 di antaranya di Jakarta. Sementara, Alfamart memiliki 8.557 gerai di seluruh Indonesia.

"Tragisnya, lokasi retail modern berdekatan dengan warung tradisional. Padahal barang yang dijual lebih beragam dan harganya pun lebih murah. Tentu warung kelontong kalah bersaing," ungkap Idrus.

Apalagi, kata dia, data warung tradisional tidak pernah jelas karena tidak dipandang sebagai pelaku ekonomi potensial. Sebenarnya DKI Jakarta sudah punya Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Perpasaran Swasta.

Dalam Perda tersebut disebutkan, penyelenggara usaha swasta harus memenuhi ketentuan, harga jual barang-barang sejenis yang dijual tidak boleh jauh lebih rendah dengan yang ada di warung dan toko sekitarnya.

Namun, dalam praktiknya, tidak ada yang mengawasi pelaksanaan Perda demi melindungi warung rakyat. Sementara. Direktur Eksekutif Center for Indonesian Reform, Sapto Waluyo mengatakan, dalam skala luas praktik kebijakan yang pro-retail modern akan memiskinkan warga.

"Kita tahu di minimart orang harus bayar tunai untuk membeli barang, sementara di warung sebagian warga berutang saat belanja. Akibatnya, terjadi siklus keuntungan dan pembesaran aset di retail modern. Sedang warung tradisional mengalami siklus utang dan penurunan aset hingga bangkrut," jelas Sapto.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pasar Godean Sleman...
Pasar Godean Sleman Ditargetkan Beroperasi Oktober 2025
Peduli Kebersihan Pasar...
Peduli Kebersihan Pasar Modern Butu, Wabup Merlan Turun Tangan
Minyakita Belum Beredar...
Minyakita Belum Beredar Luas di Majalengka, Ini Penyebabnya
Redam Lonjakan Harga...
Redam Lonjakan Harga Beras, Legislator: Jangan Hanya Pasar Modern yang Dapat Gelontoran
Habiskan Rp60 Miliar...
Habiskan Rp60 Miliar Saat Dibangun, Pasar Modern Saruma di Pulau Bacan Malah Terbengkalai
Pasar Modern Cikarang...
Pasar Modern Cikarang Pusat Kebakaran, 9 Unit Ruko Ludes
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved