Udang rajai ekspor perikanan Indonesia

Kamis, 03 April 2014 - 12:44 WIB
Udang rajai ekspor perikanan...
Udang rajai ekspor perikanan Indonesia
A A A
Sindonews.com - Nilai ekspor hasil perikanan Indonesia berdasarkan total komoditi pada Januari hingga November 2013 mencapai USD3,77 miliar meningkat 6,98 persen dibandingkan periode yang sama 2012 sebesar USD3,53 miliar.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo mengatakan, udang menjadi komoditi yang merajai ekspor perikanan, dengan nilai yang disumbang sebesar USD1,280 juta, disusul tuna USD606 juta, ikan lainnya sebesar USD700 juta dan hasil perikanan lainnya USD746 juta.

Menurutnya, komoditi yang paling besar mengalami peningkatan nilai ekspor adalah udang sebesar 25,46 persen dengan nilai kontribusi terbesar adalah udang beku senilai USD1,121 juta.

Secara keseluruhan, volume ekspor hasil perikanan Indonesia untuk periode Januari hingga November 2013 mencapai 1.136.927 ton meningkat 2,18 persen dibandingkan periode yang sama 2012 sebesar 1.112.700 ton.

Dari total volume tersebut, komoditi yang paling banyak berkontribusi adalah tuna sebesar 174.566 ton, kemudian hasil perikanan lainnya sebesar 174.070 ton, rumput laut 169.230 ton, udang 124.230 ton dan ikan lainnya sebesar 465.435 ton.

"Volume ikan lainnya merupakan volume tertinggi dibanding komoditi lainnya, dengan komoditi yang paling berkontribusi adalah ikan lainnya beku sebesar 343.882 ton. Sedangkan komoditi yang mengalami peningkatan volume ekspor terbesar dibandingkan November 2012 adalah ikan hias sebesar 208,97 persen dan kepiting 32,28 persen," ujar dia dalam rilisnya, Kamis (3/4/2014).

Dia menuturkan, negara tujuan ekspor hasil perikanan Indonesia yang paling besar peningkatan volumenya adalah China naik 100,42 persen, dipasok dari komoditi kepiting sebesar 12.490 ton. Selanjutnya, Uni Eropa meningkat 59,76 persen dari komoditi tuna/cakalang sebesar 38.790 ton dan kepiting sebanyak 1.555 ton meningkat 37,37 persen.

"Pada November 2013 terjadi penurunan volume dan nilai ekspor hasil perikanan Indonesia ke Jepang sebesar 5,45 persen dan 7 persen dibanding November 2012. Yang paling besar penurunannya baik dari segi volume dan nilai adalah komoditi ikan lainnya sebesar 32,31 persen dan 43,70 persen," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
Menteri Edhy Bertekad...
Menteri Edhy Bertekad Hidupkan Bitung Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Perikanan
Menteri Edhy: Pantai...
Menteri Edhy: Pantai Selatan Jawa Berpotensi Jadi Sentra Budidaya Udang
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
20 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
51 menit yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved