Wall Street terkoreksi jelang rilis tenaga kerja

Jum'at, 04 April 2014 - 08:44 WIB
Wall Street terkoreksi...
Wall Street terkoreksi jelang rilis tenaga kerja
A A A
Sindonews.com - Indeks di Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat ditutup berbalik arah melemah jelang laporan tenaga kerja bulanan.

Koreksi saham sektor biotek menyeret pemelahan indeks Nasdaq hampir 1 persen. Sementara Dow Jones ditutup selisih 4 poin dari rekor penutupan tertinggi pada akhir Desember tahun lalu di level 16.576,66. Indeks Dow Jones mencatat masa intraday tertinggi sepanjang sesi perdagangan.

Kinerja sektor biteknologi yang menurun melanjutkan aksi jual sejak Maret setelah mengalami kenaikan baru-baru ini. Indeks Nasdaq Bioteknologi anjlok 2,7 persen. Dua pekan lalu, saham sektor biotek mengalami koreksi terdalam sejak 2011.

"Menurut kami, itu merupkan kesempatan membeli. Kami pikir (sektor biotek) akan menguat kembali," kata Kepala Investasi Warren Financial Service Randy Warren seperti dilansir dari Reuters, Jumat (4/4/2014).

Kalangan investor enggan melakukan spekulasi bahwa koreksi akibat cuaca ekstrim yang mempengaruhi perekonomian telah berlalu, menjelang laporan tenaga kerja yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat.

Adapun saham yang terkoreksi, diantaranya Tesla Motors (TSLA.O) turun 2,1 persen menjadi USD225,40 dan saham Netflix Inc (NFLX.O) susut 2,3 persen menjadi USD354,69. Sedangkan saham Facebook (FB.O) jatuh 5,2 persen menjadi USD59,49.

Indeks Dow Jones ditutup terkoreksi 0,45 poin menjadi 16.572,55; indeks S&P 500 tergelincir 2,13 poin atau 0,11 persen menjadi 1.888,77 dan indeks Nasdaq turun 38,716 poin atau 0,91 persen menjadi 4.237,74.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs Thailand Jelang Semifinal Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved