Wall Street berakhir terkoreksi dipicu saham biotek

Sabtu, 05 April 2014 - 11:30 WIB
Wall Street berakhir...
Wall Street berakhir terkoreksi dipicu saham biotek
A A A
Sindonews.com - Indeks di Wall Street pada perdagangan Jumat waktu setempat berakhir terkoreksi dipicu anjloknya saham bioteknologi, meski laporan tenaga kerja Amerika Seriat (AS) pada Maret solid.

Saham bioteknologi jatuh selama sesi kedua berturut-turut. Indeks Nasdaq biotek melemah 4,01 persen dan indeks komposit Nasdaq turun 2,6 persen.

"Saya terkejut terhadap koreksi yang terjadi hari ini, tetapi karena terkonsentrasi pada saham yang sudah melemah, saya pikir itu hanya merupakan kelanjutan," kata Kepala Strategi Pasar di Ameriprise Financial David Joy seperti dilansir Reuters, Sabtu (5/4/2014).

Pasar saham dibuka menguat didorong laporan tenaga kerja AS sebesar 192 ribu pada Maret atau di bawah perkiraan 200 ribu. Namun angka tersebut di bawah Februari yang mencapai 197 ribu tenaga kerja. Kendati demikian, tingkat pengangguran tidak berubah pada 6,7 persen.

Indeks Dow Jones berakhir turun 159,84 poin atau 0,96 persen ke 16.412,71; indeks S&P 500 terkoreksi 23,68 poin atau 1,25 persen ke 1,865.09 dan Nasdaq melemah 110,014 poin atau 2,6 persen menjadi 4,127.726.

Di samping itu, pasar obligasi secara mengejutkan mengalami reli setelah sebelumnya melemah akibat kekhawatiran the Fed menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
3 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
4 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
4 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
5 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
5 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
5 jam yang lalu
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved