Literasi produk jasa keuangan RI masih rendah

Selasa, 15 April 2014 - 16:57 WIB
Literasi produk jasa...
Literasi produk jasa keuangan RI masih rendah
A A A
Sindonews.com - Berdasarkan survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diketahui bahwa literasi produk-produk jasa keuangan masih rendah hanya sekitar 21 persen.

Artinya, baru sekitar 21 persen penduduk Indonesia yang memahami tentang produk jasa keuangan, sementara sisanya lebih dari 75 persen memiliki pemahaman yang sangat minim terhadap produk tersebut.

"Literasi artinya pemahaman, penguasaan atau skill dan kepercayaan masyarakat terhadap produk jasa keuangan, sejauhmana masyarakat bisa untuk itu. Di tahun 2013, tingkat literasi cuma 21,8 persen. Sementara yang literasinya kurang ada 78,2 persen," kata Kepala Eksekutif Edukasi dan Perlindungan Nasabah OJK Kusumaningtuti di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Lemahnya literasi tersebut berdampak pada lemahnya pemanfaatan produk jasa keuangan oleh masyarakat hingga saat ini. "Penggunaan produk 40,30 persen," imbuh dia.

Dia menuturkan, dari berbagai instrumen produk jasa keuangan, literasi di sektor pasar modal adalah yang paling rendah diantara instrumen-instrumen lainnya.

"Yang paling menonjol adalah dari sektor perbankan, kedua dari asuransi, ketiga pegadaian, keempat perusahaan pembiayaan dan seterusnya. Yang paling rendah itu literasi pasar modal cuma 3,8 persen. Penggunaannya juga kecil, hanya 0,1 persen," papar dia.

Untuk itu, Kusumaningtuti mengatakan, OJK akan bekerja keras agar literasi produks jasa keuangan ke masyarakat dapat ditingkatkan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pemanfaatan berbagai instrumen produk jasa keuangan sejalan dengan telah beralihnya fungsi pengawasan dari Bapepam Lk dan BI ke OJK.

"Otoritas Jasa Keuangan memasuki tahun kedua. Salah satu hal yang baru adalah adanya bidang khusus bernama edukasi yang fokus pada masalah literasi keuangan masyarakat Indonesia. Bidang ini nantinya bertanggung jawab bagaimana literasi jasa keuangan dapat ditingkatkan," tutur dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Gawat! Banyak Perusahaan...
Gawat! Banyak Perusahaan Mencatut Nama OJK, Ini Daftarnya
Resmi Jabat Ketua OJK,...
Resmi Jabat Ketua OJK, Mahendra Siregar Dorong Penguatan Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
46 menit yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
56 menit yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
1 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
2 jam yang lalu
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
4 jam yang lalu
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved