Total dana kelolaan Ashmore Rp1,2 T hingga Maret
Selasa, 15 April 2014 - 19:49 WIB
Total dana kelolaan Ashmore Rp1,2 T hingga Maret
A
A
A
Sindonews.com - PT Ashmore Asset Management Indonesia (Ashmore) melalui salah satu produk reksa dana saham unggulan Ashmore Dana Progresif Nusantara (ADPN) membukukan dana kelolaan sebesar Rp1,2 triliun.
Presiden Direktur Ashmore, Ronni Gandahusada mengatakan, sampai 31 Maret 2014 total dana kelolaan ADPN mencapai Rp1,2 triliun baik dari investor institusi maupun individu. Sejak pertama kali diluncurkan pada Februari 2013, ADPN menjadi salah satu produk reksa dana saham dengan track record luar biasa.
"Hal ini tercermin dari kinerjanya yang konsisten, jauh di atas rata-rata pasar. Sehingga mampu memberikan imbal hasil (return) menarik bagi nasabah, serta menjadi salah satu reksa dana terbaik dalam waktu 12 bulan terakhir," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (15/4/2014).
Untuk diketahui, ADPN adalah hasil kerja sama Ashmore dengan PT Bank Permata Tbk (BNLI). Pihaknya siap untuk memperluas basis investornya dengan menyasar nasabah perbankan Indonesia. Angka AUM Rp1,2 triliun merepresentasikan 60 persen dari total dana kelolaan Ashmore sebesar Rp2 triliun di Indonesia.
Situasi ekonomi dunia dan Indonesia yang semakin membaik, Ashmore optimis pertumbuhan dana kelolaan ke depan akan terus bertumbuh pesat.
"Dalam jangka waktu yang relatif singkat, Ashmore dapat menarik minat investor dan mencetak kinerja di atas rata-rata pasar di tengah meningkatnya volatilitas dan outflow likuiditas di kuartal kedua dan ketiga 2013," imbuhnya.
Investasi dapat dilakukan melalui pembelian regular dengan investasi minimal Rp10 juta dan pembelian berkala dengan investasi minimal Rp250 ribu yang didebit setiap bulan dari rekening nasabah.
ADPN adalah reksa dana yang berinvestasi pada Efek bersifat ekuitas yang telah dijual dalam Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia termasuk memanfaatkan peluang untuk berinvestasi ke dalam perusahaan-perusahaan berkapitalisasi kecil.
Komposisi portofolio ADPN adalah 80-100 persen di efek bersifat ekuitas, yang minimum 50 persennya merupakan efek bersifat ekuitas yang diterbitkan korporasi berkapitalisasi menengah dan kecil dengan kapitalisasi sebesar atau di bawah Rp30 triliun. Sedangkan maksimal 20 persen dari portofolio ditempatkan di instrumen pasar uang.
Presiden Direktur Ashmore, Ronni Gandahusada mengatakan, sampai 31 Maret 2014 total dana kelolaan ADPN mencapai Rp1,2 triliun baik dari investor institusi maupun individu. Sejak pertama kali diluncurkan pada Februari 2013, ADPN menjadi salah satu produk reksa dana saham dengan track record luar biasa.
"Hal ini tercermin dari kinerjanya yang konsisten, jauh di atas rata-rata pasar. Sehingga mampu memberikan imbal hasil (return) menarik bagi nasabah, serta menjadi salah satu reksa dana terbaik dalam waktu 12 bulan terakhir," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (15/4/2014).
Untuk diketahui, ADPN adalah hasil kerja sama Ashmore dengan PT Bank Permata Tbk (BNLI). Pihaknya siap untuk memperluas basis investornya dengan menyasar nasabah perbankan Indonesia. Angka AUM Rp1,2 triliun merepresentasikan 60 persen dari total dana kelolaan Ashmore sebesar Rp2 triliun di Indonesia.
Situasi ekonomi dunia dan Indonesia yang semakin membaik, Ashmore optimis pertumbuhan dana kelolaan ke depan akan terus bertumbuh pesat.
"Dalam jangka waktu yang relatif singkat, Ashmore dapat menarik minat investor dan mencetak kinerja di atas rata-rata pasar di tengah meningkatnya volatilitas dan outflow likuiditas di kuartal kedua dan ketiga 2013," imbuhnya.
Investasi dapat dilakukan melalui pembelian regular dengan investasi minimal Rp10 juta dan pembelian berkala dengan investasi minimal Rp250 ribu yang didebit setiap bulan dari rekening nasabah.
ADPN adalah reksa dana yang berinvestasi pada Efek bersifat ekuitas yang telah dijual dalam Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia termasuk memanfaatkan peluang untuk berinvestasi ke dalam perusahaan-perusahaan berkapitalisasi kecil.
Komposisi portofolio ADPN adalah 80-100 persen di efek bersifat ekuitas, yang minimum 50 persennya merupakan efek bersifat ekuitas yang diterbitkan korporasi berkapitalisasi menengah dan kecil dengan kapitalisasi sebesar atau di bawah Rp30 triliun. Sedangkan maksimal 20 persen dari portofolio ditempatkan di instrumen pasar uang.
(izz)
Lihat Juga :