alexametrics

Pendapatan MNC Investama tembus Rp11,5 T

loading...
Pendapatan MNC Investama tembus Rp11,5 T
Pendapatan MNC Investama tembus Rp11,5 T
A+ A-
Sindonews.com - PT MNC Investama Tbk (BHIT) mencatatkan pendapatan sepanjang tahun 2013 sebesar Rp11,5 triliun atau naik 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp9,8 triliun. EBITDA juga meningkat 16 persen dari Rp3,6 trilun menjadi Rp4,1 triliun.

Presiden Direktur dan CEO BHIT Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, adanya depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang ditutup pada Rp12.189 di akhir 2013 mengakibatkan kerugian kurs mata uang asing sebesar Rp1,5 triliun, sehingga perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp343,7 miliar.

“Tahun 2013 adalah tahun yang sangat penting bagi perseroan, kami telah fokus pada konsolidasi dan diversifikasi guna memperkuat dan mencari posisi yang lebih baik bagi investasi strategis perseroan dalam menghadapi berbagai tantangan yang datang dari dalam dan luar negeri,” kata HT dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (16/4/2014)

Dia melajutkan, perseroan telah bertahan di tengah guncangan kondisi makroekonomi akbat turunnya nilai tukar mata uang. Pada 2014, perseroan berharap pendapatan akan meningkat pesat sebagai hasil dari implementasi rencana pengembangan usaha dan posisi rupiah yang lebih baik terhadap USD.

Pada 2013, sektor media berbasis konten dan iklan yang dioperasikan oleh PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berkontribusi terhadap pendapatan konsolidasi BHIT sebesar 59 persen atau mencapai Rp6,8 triliun. Dari sektor media, pertumbuhan pendapatan didorong oleh kenaikan pendapatan iklan dari ketiga TV nasional free to air, yakni RCTI, MNCTV dan Global TV.

Menurut HT, kemampuan MNCN secara konsisten dalam memproduksi konten yang sangat menarik merupakan faktor utama di 2013. “MNCN mampu meningkatkan pangsa pemirsa prime time sebesar 2 persen menjadi 40 persen pada tahun 2013 dari 38 persen di tahun 2012,” ujarnya.

Sementara pendapatan yang berasal dari media berbasis pelanggan yang dioperasikan oleh PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) berkontribusi sebesar 26 persen atau setara dengan Rp3 triliun.

HT mengungkapkan, jumlah pelanggan aktif MSKY tumbuh secara signifikan sebesar 34 persen dari 1,72 juta pelanggan pada 2012 menjadi 2,3 juta pelanggan di 2013. Menurut dia, meskipun banyak pendatang baru yang masuk ke dalam industri TV berbayar, MSKY masih mampu memperluas dominasinya dan meningkatkan pangsa pasar menjadi 74 persen.

Sementara itu, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) yang merupakan anak usaha BHIT di bidang usaha jasa keuangan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebanyak 9 persen menjadi Rp717,6 miliar pada akhir 2013 lalu dari Rp660,8 miliar.

“Pendapatan tersebut menyumbangkan kontribusi sebesar 6 persen dari total pendapatan perseroan,” ucapnya. Pendapatan pembiayaan konsumen juga tumbuh 37persen dari Rp174,8 miliar menjadi Rp240,1 miliar.

Sedangkan di bisnis asuransi, entitas anak membukukan pertumbuhan pendapatan premi neto sebesar 80 persen dari Rp142,4 miliar menjadi Rp256,2 miliar pada akhir 2013. Demikian pula pendapatan dari jasa manajer investasi yang meningkat 132 persen menjadi Rp74,5 miliar pada akhir tahun lalu.

Sementara MNC Finance berhasil meningkatkan total aset managed sebesar 33 persen mencapai Rp1,7 triliun. Menurut dia, pencapaian dari bisnis asuransi tersebut didukung oleh ekspansi jumlah cabang.

“MNC life menambah jumlah kantor menjadi 22 cabang dengan jumlah agen pemasaran yang mencapai 5.859 agen,” terangnya. Sementara itu, MNC Insurance juga melakukan ekspansi kantor cabang menjadi 10 cabang pada 2013.

HT menuturkan, di tengah fluktuasi pasar modal Indonesia di semester II/2013, MNC Securities mampu meningkatkan nilai transaksi harian menjadi Rp203,2 miliar dari Rp184 miliar pada akhir 2012.

BHIT secara konsisten mendukung pertumbuhan entitas anaknya. Dia mengatakan, BCAP telah mengakuisisi 25 persen kepemilikan pada bank ICB Bumiputera.

“Kami meyakini akuisisi Bank ICB Bumiputera akan memperkuat sinergi antar entitas anak jasa keuangan dan meningkatkan kinerja BCAP secara keseluruhan,” pungkasnya.

Sementara itu, BHIT juga telah mengembangkan portofolio investasinya denga mengakuisisi saham baru PT MNC Land Tbk (KPIG). HT mengungkap, mekanisme transaksi dilaksanakan melalui penawaran umum terbatas II PT MNC Land Tbk dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada Juni 2013.

Melalui entitas anak perseroan di sektor pertambangan, yakni MNC Energi (MNCE) juga berhasil mencetak pendapatan sebesar Rp688,6 miliar atau setara dengan 6 persen dari total pendapatan konsolidasi BHIT.
(rna)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top