Pengusaha minta zonasi khusus produksi rumput laut

Rabu, 16 April 2014 - 16:58 WIB
Pengusaha minta zonasi...
Pengusaha minta zonasi khusus produksi rumput laut
A A A
Sindonews.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengklaim produksi rumput laut Indonesia 2013 mencapai 8,2 juta ton atau 9,33 persen di atas target sebanyak 7,5 juta ton. Sementara, target tahun ini dipatok hingga 10 juta ton.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), Safari Azis mengatakan, data produksi yang dirilis KKP perlu dipertanyakan kebenarannya. Dia beranggapan, jumlah itu tidak sesuai dengan konsumsi dunia dan kenyataan di lapangan.

Menurutnya, saat ini Indonesia lebih banyak mengekspor rumput laut kering, karena industri nasional belum mampu menyerap produksi dalam jumlah yang besar.

"Data dari kami tidak sampai 7,5 juta ton untuk rumput laut basah. Di samping itu, kami tidak mengenal istilah basah dalam perdagangan tetapi rumput laut kering," kata dia dalam rilisnya, Rabu (16/4/2014).

Dia mengatakan, alih-alih mematok target produksi dengan angka yang belum jelas, pengembangan rumput laut saat ini terganjal ketentuan tata ruang dengan sektor-sektor lainnya, seperti pertambangan, energi dan pariwisata. "Harus ada penempatan zonasi khusus agar tidak terjadi konflik," ujarnya.

Safari mengatakan, penempatan zonasi produk rumput laut sangat dibutuhkan karena saat ini pengembangan pariwisata kian marak. Contohnya di Bali dengan pembangunan hotel-hotel di sekitar pantai.

"Pembangunan hotel di sekitar pantai sempat diprotes masyarakat dan pembudidaya karena adanya larangan untuk menjemur rumput laut," katanya.

Selain itu, rencana pembangunan smelter untuk bahan tambang serta pembangkit listrik seperti yang terjadi di Sulawesi Selatan dan Jawa Timur juga bisa menggeser zonasi aktivitas budidaya rumput laut. Karena pembangunannya harus dengan melakukan reklamasi pantai.

Safari mengungkapkan, adanya zonasi kawasan produksi dapat mempermudah pendataan yang lebih akurat dan keberlangsungan produksi juga tetap terjaga.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
KKP Dorong Inovasi Produk...
KKP Dorong Inovasi Produk Perikanan di Tengah Pandemi
KKP Ajak Warga Kepulauan...
KKP Ajak Warga Kepulauan Seribu Budidaya Rumput Laut
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Pendidikan Dirgayuza...
Pendidikan Dirgayuza Setiawan, Lulusan Oxford yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved