BPS-KPK teken komitmen pengendalian gratifikasi

Kamis, 17 April 2014 - 13:50 WIB
BPS-KPK teken komitmen...
BPS-KPK teken komitmen pengendalian gratifikasi
A A A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menandatangani komitmen penerapan Program Pengendalian Gratifikasi (PPG) di Gedung BPS, Jakarta, hari ini.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari program proses pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM. Salah satu indikator yang belum dipenuhi BPS adalah Program Pengendalian Gratifikasi.

"PPG merupakan rangkaian kegiatan berkesinambungan dengan partisipasi aktif organisasi mitra untuk menciptakan pemahaman dan kesadaran untuk melaporkan gratifikasi," ungkap Inspektur wilayah III BPS, Sri Widyaningsih, di kantornya, Kamis (17/4/2014).

Menurutnya, tujuan dari program PPG ini untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelaporan gratifikasi setiap instansi, membentuk lingkungan yang sadar dan terkendali dalam penanganan gratifikasi. Selain itu, juga untuk mempermudah pelaporan atas penerimaan gratifikasi dan sebagai motor pengendali gratifikasi.

Sri mengatakan, dengan adanya penandatanganan ini, diharapkan semua pegawai maupun lembaga, mampu menyadari betul mengenai pengendalian gratifikasi.

"Kami berharap demikian, karena dengan adanya penandatangan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan integritas pegawai dan lembaga, membuat persepsi masyarakat menjadi positif secara alami atas lembaga, serta mengangkat kredibilitas dan nilai lembaga yang dipersepsikan sebagai lembaga bersih dan profesional," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Kepala BPS RI Siapkan...
Kepala BPS RI Siapkan Sensus Pertanian dan Canangkan Desa Cantik di Pangkep
Jumlah Orang Indonesia...
Jumlah Orang Indonesia Bepergian ke Luar Negeri Naik 55 Persen
Tumbuh 53 Persen, Oktober...
Tumbuh 53 Persen, Oktober 2021 Ekspor RI Capai Rp312 Triliun
BPS: Impor Indonesia...
BPS: Impor Indonesia Naik 1,64% di Juli 2022
Angka Kemiskinan dan...
Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Natuna Naik, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
1 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
2 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
2 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
2 jam yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
3 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
4 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved