Wamenkeu: Pola subsidi listrik harus diperbaiki

Kamis, 17 April 2014 - 15:46 WIB
Wamenkeu: Pola subsidi...
Wamenkeu: Pola subsidi listrik harus diperbaiki
A A A
Sindonews.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pola subsidi listrik yang saat ini berupa subsidi harga harus diperbaiki karena sudah dibagi berdasarkan kelompok.

“Maka sebaiknya diubah dari bentuk subsidi harga menjadi pembayaran listrik kepada kelompok tertentu. Tentu yang harus menerima adalah yang membutuhkan, seperti golongan rumah tangga 1, rumah tangga 2, dan seterusnya," ujar dia, Kamis (17/4/2014).

Di sisi lain, Bambang menambahkan, kelompok yang tidak lagi membutuhkan subsidi listrik harus dikurangi atau dihapuskan subsidi listriknya. Hal itu agar subsidi listrik tidak menjadi bom baru dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di luar bahan bakar minyak (BBM).

Bambang optimis kebijakan penghapusan subsidi mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan. Jika dibuat rencana yang lebih jelas dan dikomunikasikan dengan seluruh pemangku kepentingan dengan baik, maka pola baru ini bisa diterapkan.

“Intinya kita tetap tidak melupakan kelompok yang membutuhkan listrik atau kelompok yang membutuhkan insentif dalam produksinya. Kita hanya mengurangi subsidi dengan cara yang lebih baik,” kata dia.

Pemerintah selain akan menghapus subsidi listrik dengan menaikan TDL untuk industri dan golongan tertentu, juga akan mengkaji melakukan penyesuaian tarif listrik.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Zulfanitra mengatakan bahwa golongan yang disesuaikan tarifnya, antara lain industri skala besar yang memakai listrik bertegangan menengah (I-3) dengan daya di atas 200 KVA yang sudah go public dan industri skala besar yang menggunakan listrik bertegangan tinggi (I-4) dengan daya 30 ribu KVA.

Sementara, penyesuaian tarif dasar listrik (TDL) diberlakukan bagi empat golongan yang sudah tidak disubsidi per 1 Oktober 2013, antara lain rumah tangga besar (R3) dengan daya 6.600 VA ke atas, bisnis menengah (B2) dengan daya 6.600 VA-200 KVA, bisnis besar (B3) dengan daya di atas 200 KVA dan kantor pemerintah sedang (P1) dengan daya 6.600 VA-200 KVA.

Dia menuturkan, kenaikan TDL merupakan hasil keputusan rapat Badan Anggaran (Banggar) pada 25-30 September 2013. Setelah itu, dilakukan rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI pada 21 Januari 2014.

“Komisi menerima dan menyetujui usulan pemerintah soal kenaikkan tarif,” kata dia.

Dia menjelaskan, subsidi listrik tahun ini ditetapkan Rp81,7 triliun, terdiri dari Rp71,36 triliun untuk subsidi listrik dan Rp 10,41 triliun untuk cadangan resiko energi. Dengan diberlakukannya Permen ESDM No.9 tahun 2014, maka pemerintah juga mencabut Permen ESDM No. 30 tahun 2012.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ternyata Tak cuma Masyarakat...
Ternyata Tak cuma Masyarakat Biasa, Kelompok Bisnis pun Dapat Subsidi Listrik
Penggunaan Kompor Listrik...
Penggunaan Kompor Listrik Dinilai hanya Pindahkan Beban dari Hilir ke Hulu
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Subsidi Listik Diperpanjang...
Subsidi Listik Diperpanjang hingga September 2020
5 Kebutuhan Masyarakat...
5 Kebutuhan Masyarakat Indonesia yang Mendapat Subsidi Pemerintah
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
59 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Indonesia Bisa Salip AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved