Mobile phone berpotensi jadi layanan keuangan digital

Senin, 21 April 2014 - 18:30 WIB
Mobile phone berpotensi...
Mobile phone berpotensi jadi layanan keuangan digital
A A A
Sindonews.com - Direktur Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM Bank Indonesia, Enny Panggabean memaparkan, mengenai kemudahan-kemudahan transaksi masyarakat yang teredukatif melalui program layanan keuangan digital.

"Kita menjadikan seseorang itu yang dulunya harus ke bank, sekarang hanya harus mendatangi agent. Hal ini perlu dilakukan karena kita memiliki penduduk yang banyak menggunakan jasa bank. Jumlahnya cukup besar. Kemudian orang harus lebih banyak mengenal bank, agar supaya mereka yang memiliki uang banyak, dapat lebih bisa menyimpan uangnya dibandingkan harus membelanjakan uangnya. Jadi jika orang semakin mengenal bank, mereka dapat menekan nafsu konsumsi dan membelanjakan uangnya," paparnya di Bank Indonesia, Senin (21/4/2014).

Enny menjelaskan, ada chalenge yang dihadapi terkait dengan program ini. Antara lain, masyarakat yang masih banyak belum mengenal produk-produk keuangan dan mereka yang belum paham mengenai produk tersebut. Di ungkapkannya, itu merupakan tantangan agar bank lebih banyak dikenal.

"Caranya untuk menghadapi tantangan tersebut adalah, dengan inovasi. Inovasinya menggunakan mobile phone, untuk melakukan transaksi keuangan. Hal ini perlu diberdayakannya edukasi. Karena jika hanya dibekali dengan pengetahuan transaksi, mereka akan lebih banyak salah, tertipu dan merasa tidak nyaman," jelasnya.

"Kemudian consumer protection. Regulasi itu harus menciptakan transaksi yang aman nyaman terhadap nasabah atau pengguna" lanjut Enny.

Enny menambahkan, layanan keuangan digital ini ditujukan untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat. Melibatkan pelaku dari sektor keuangan maupun non keuangan. Sifatnya lebih luas karena melayani payment ada financial service. Modelnya pun, bisa menggunakan perusahaan telekomunikasi dan jasa perbankan.

"Ini yang menjadi pertimbangan kita. Karena pengguna telepon genggam yang banyak, maka mobile phone menjadi satu inovasi dan solusi. Pengguna telpon genggam 240 juta. Hal tersebut berdampak positif terhadap perekonomian UMKM, lapangan kerja, kesejahteraan rumah tangga dan keuangan. Sampai dengan 2012 penelitian mengatakan ada korelasi positif terhadap penggunaan telepon genggam," ungkap Enny.

Menurutnya, dengan adanya mobile phone, mereka tidak perlu ke bank. Mereka hanya perlu di rumah saja, proses transaksi pun jadi lebih mudah dilakukan dari rumah.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
52 menit yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
1 jam yang lalu
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Tengah Lonjakan Permintaan
1 jam yang lalu
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved