KAEF gandeng PT Garam pasok bahan baku obat

Selasa, 22 April 2014 - 12:35 WIB
KAEF gandeng PT Garam...
KAEF gandeng PT Garam pasok bahan baku obat
A A A
Sindonews.com - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) hari ini melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Garam (Persero) untuk memasok bahan baku obat (BBO). Ruang lingkup kerja sama tersebut, antara lain terkait pasokan bahan baku produksi garam farmasi dan penjajakan distribusi garam farmasi oleh PT Garam.

Kerja sama dilakukan karena selama ini bahan baku obat hampir 95 persen impor dari Thailand, India, Tiongkok, Australia, Selandia dan Jerman, khususnya untuk garam farmasi.

"Ini merupakan kemandirian bahan baku obat di Indonesia. Selama ini kita impor semua, sehingga menjadi tonggak kemandirian bahan baku obat, mulai dari garam dan akan dikembangkan terus," ujar Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman dalam sambutannya di acara penandatanganan MoU PT Kimia Farma Tbk dan PT Garam di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (22/4/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, Kimia Farma akan membangun pabrik di Watudakon, Jombang, Jawa Timur yang akan mulai berproduksi pada tahun 2015 mendatang.

Saat ini, kegiatan pembuatan detailed engineering design dan perizinan dari instansi terkait sedang dalam proses pengerjaan dan aplikasi. Diharapkan pada kuartal III/2014 dapat dilakukan groundbreaking.

"Kita bangun pabrik, awal tahun depan bisa produksi sebanyak 6.000 ton bisa produksi sendiri (obat), 320 ribu untuk bahan pangan ini juga diimpor. Nilai investasi sebesar Rp28 miliar saja," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garam Yulian Lintang mengaku ini adalah tahgap awal untuk memulai tidak impor garam 100 persen dari manapun. "Sebesar 100 persen me-support bahan baku yang diminta," pungkas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kembali Berlayar di...
Kembali Berlayar di Kepulauan Seribu, Klinik Apung Disambut Positif
Layanan Vaksinasi Covis-19...
Layanan Vaksinasi Covis-19 Berbayar di Kimia Farma, Intip Jenis Vaksin dan Cara Pendaftarannya
Luncurkan 2 Layanan...
Luncurkan 2 Layanan Baru, Kimia Farma Diagnostika Optimistis Raih Pendapatan Rp2,5 T
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Menelusur Fakta Vaksinasi...
Menelusur Fakta Vaksinasi Bayar Sendiri di Kimia Farma Berujung Penundaan
Partai Gelora Kritik...
Partai Gelora Kritik Bos Kimia Farma Tolak Minta Maaf Kasus Antigen Bekas
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
9 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
Cara Mengecek Status...
Cara Mengecek Status Akreditasi Perguruan Tinggi di BAN PT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved