Harga emas terpaku di angka terendah

Selasa, 22 April 2014 - 18:49 WIB
Harga emas terpaku di...
Harga emas terpaku di angka terendah
A A A
Sindonews.com - Harga emas berjangka di perdagangan global bertahan di angka USD1.290 per ounce, setelah jatuh selama tiga hari berturut-turut, menyusul dolar AS (USD) mengambil beberapa tekanan terhadap logam.

Harga jatuh ke level terendah sejak awal April di angka USD1.281,40 per ounce, setelah memuncak di atas USD1.330 seminggu sebelumnya, atas kekhawatiran ketegangan antara Barat dan Rusia di Ukraina.

Spot emas berada di level USD1.290,40 per ounce pada pukul 11.46 SA, sedikit berubah dari USD1.289,54 pada akhir Senin. Emas berjangka AS untuk pengiriman Juni naik USD2,10 per ounce di angka USD1.290,60.

"Emas terus menderita profit taking dalam skala kecil di belakang kenaikan harga pada awal April," kata analis VTB Capital, Andrey Kryuchenkov, seperti dilansir dari IOL, Selasa (22/4/2014).

"Ini mengkonsolidasikan di atas posisi terendah pada awal April, dengan dukungan yang layak di sekitar 1.278-1.280," terangnya.

Dia menambahkan, investor menunggu data ekonomi putaran berikutnya pada awal Mei sebelum mengambil posisi. "Sisi fisik akan tetap tenang untuk saat ini, dengan semua perhatian pada dolar," ujarnya.

USD melayang turun 0,1 persen terhadap sekeranjang mata uang lain di awal perdagangan, menyerahkan keuntungan yang sebelumnya membawa ke level tertinggi dalam tiga pekan. Dolar yang lebih lemah cenderung menguntungkan emas, yang dihargakan dalam mata uang tersebut.

Di sisi investasi pasar, SPDR Gold Trust, exchange-traded fund emas terbesar di dunia, melaporkan penurunan lain dalam kepemilikan kemarin, dari 3 ton menjadi 792,14 ton. Pekan lalu, arus keluar dari fund mencapai 9,3 ton, menghapus semua keuntungan yang dibuat dalam setahun.

Para pedagang mengatakan arus keluar secara terus-menerus dari ETF dapat mempengaruhi sentimen pasar dan membuat keuntungan sulit bertahan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved